Share

Rebutan Penumpang, Sopir Angkot di Tangerang Tega Bunuh Temannya

Anggun Tifani, Okezone · Senin 18 Maret 2019 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 18 338 2031679 rebutan-penumpang-sopir-angkot-di-tangerang-tega-bunuh-temannya-IZOyfTtKCO.jpg Polres Metro Tangerang Kota Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Sopir Angkot karena Rebutan Penumpang pada 2014 Silam (foto: Anggun T/Okezone)

TANGERANG - Sempat buron selama lima tahun, Rifky (22) akhirnya diamankan oleh Kepolisian Polsek Tangerang. Rifky ditangkap polisi lantaran dia telah menjadi pelaku pembunuhan terhadap Feby.

Kapolsek Benteng Kompol Ewo Samono mengatakan, Rifky dan Feby bekerja sebagai sopir angkot jurusan B02 Cikokol-Ciledug. Tindak pembunuhan yang dilakukan tersebut, dipicu karena keduanya sempat saling terlibat pertengkaran.

(Baca Juga: Eksekutor Suruhan Tersangka Narkoba untuk Membunuh Jaksa Kejari Bintan Ditangkap) 

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Kasus Pembunuhan Sopir Angkot karena Rebutan Penumpang pada 2014 Silam (foto: Anggun T/Okezone)

"Masalahnya awalnya karena rebutan penumpang jurusan Cikokol-Ciledug. Akibat rebutan penumpang, dua orang sopir angkot terlibat pertengkaran hingga akhirnya Febi tewas ditangan Rifky," ungkap Ewo saat konferensi pers, Senin (18/3/2019).

Peristiwa berdarah tersebut, terjadi pada 1 Mei 2014, di sekitar Pom Bensin Pengayoman Jalan jenderal sudirman. Di mana saat kejadian, pelaku menggunakan belati untuk menusuk dada korban.

"Kejadian 2014, saat itu korban dengan pelaku sama-sama debat dan sudah dimusyawarahkan. Namun tersangka ini tidak puas dan saat itu juga di tahun yang sama, pelaku bertemu korban di kawasan TangCity, habis itu dilakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," paparnya.

(Baca Juga: Kesal Sering Dimarahi, Karyawan Warung Nasi Bunuh Suami-Istri Majikannya) 

Setelah itu, pelaku kabur ke kampungnya, di Lampung. Selama proses pengejaran polisi ini, pelaku seringkali berpindah-pindah tempat tinggal.

Polres Metro Tangerang Kota Gelar Kasus Pembunuhan Sopir Angkot karena Rebutan Penumpang pada 2014 Silam (foto: Anggun T/Okezone)	 

Akibat perbuatannya, korban diancam Pasal UU RI Nomor 23 tahun 2002 dan atau Pasal 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHP tentang perlindungan anak dan atau pembunuhan dan atau penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggal dunia.

"Ancaman hukumannya adalah 15 tahun atau denda 3 miliar," tutur Ewo.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini