nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atiqah Hasiholan Kecewa Hakim Tolak Eksepsi Ratna Sarumpaet

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 12:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 19 338 2032012 atiqah-hasiholan-kecewa-hakim-tolak-eksepsi-ratna-sarumpaet-1DyuzhE78t.jpg Atiqah Hasiholan saat menghadiri sidang Ratna Sarumpaet, beberapa waktu lau. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) menolak eksepsi dari terdakwa kasus dugaan berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. Atas hal itu, anak sekaligus aktris cantik Atiqah Hasiholan merasa kecewa keputusan hakim.

"Saya tidak kaget, cuma kalau dibilang kecewa, ya kecewa," kata Atiqah di PN Jaksel, Selasa (19/3/2019).

Meskipun kecewa, Atiqah Hasiholan tidak berbicara banyak mengenai proses hukum yang menerpa ibunya itu. Dia langsung pergi meninggalkan awak media yang mengejarnya.

"Tanya sama kuasa hukum saja ya," ucap Atiqah.

Ketua Majelis Hakim Joni sebelumnya menyebut bahwa tidak sepakat dengan nota keberatan Ratna Sarumpaet. Menurutnya, seluruh isi dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah disusun dengan cermat dan teliti.

Aksi Ratna Sarumpaet Acungkan Salam Dua Jari di Sidang Perdana

"Menyatakan surat dakwaan JPU telah disususn secara certmat dan lengkap," ujar Hakim Joni.

Dengan adanya keputusan itu, sidang perkara penyebaran berita bohong atau hoaks akan dilanjutkan dengan materi pembuktian pokok perkara. Rencananya, sidang akan dilaksanakan pekan depan.

"Sidang lanjut ke pokok perkara, ditunda seminggu ke depan, Selasa 26 Maret 2019 pukul 09.00 WIB," kata Hakim Joni.

(Baca Juga : Sempat Ditolak, Ratna Sarumpaet Kembali Akan Ajukan Penangguhan Penahanan)

Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Namun, tiba-tiba Ratna mengklarifikasi kalau berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna mengaku mukanya lebam usai menjalani operasi plastik. Akibatnya, hampir seluruh masyarakat tertipu olehnya.

(Baca Juga : Hakim Tolak Eksepsi, Sidang Perkara Ratna Sarumpaet Dilanjutkan)

Dalam perkara ini, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini