nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Pembajakan Mobil Pertamina Menjadi 5 Orang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 18:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 19 338 2032267 tersangka-pembajakan-mobil-pertamina-menjadi-5-orang-g2EoeWFLly.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi kembali menetapkan tiga tersangka lainnya dalam kasus pembajakan mobil tangki PT Pertamina di Istana Negara, Jakarta Pusat. Saat ini, total ada lima orang yang sudah dinaikan status hukumnya menjadi tersangka.

Kelima tersangka itu adalah, N, M, TK, WH, AM. Hingga kini polisi sendiri masih memeriksa lima pelaku lagi yang statusnya masih saksi atau belum ditetapkan jadi tersangka.

(Baca Juga: Rekannya Ditangkap Lantaran Bajak Truk Tangki Pertamina, Massa Geruduk Mapolres Jakut) 

"Saat ini ada 5 orang (lagi) sedang kita periksa. Jadi nanti kita mengetahui peran dia apa apakah dia ikut melakukan pidana ini. Saat ini (statusnya) belum kita tetapkan. Nanti kalau sudah selesai baru kita ketahui peran dari mereka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dikantornya, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

 

Argo menjelaskan, dalam kasus ini dua mobil tangki dibajak di lokasi berbeda oleh massa Aksi Mobil Tangki yang membagi-bagi kelompok saat itu. Satu di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, satu lagi di Jalan Artha Gading, Jakarta Utara.

Mobil hendak mendistribusikan solar ke Tol Merak dan Tol Jagorawi. Argo mengatakan, tersangka dalam kasus ini kemungkinan masih bisa bertambah, sejauh ini memang masih ada 12 orang lagi yang buron.

"Mereka dikenakan Pasal 365, 368, 170 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara," tutur Argo.

Sebelumnya diberitakan, beberapa orang dari massa 'Aksi Mobil Tangki' yang diduga membajak dua mobil tangki milik Pertamina sudah diamankan Polres Metro Jakarta Utara, Senin 18 Maret 2019 malam. Diduga jumlah mereka ada 10 orang.

(Baca Juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembajakan Truk Tangki Pertamina) 

Sekedar diketahui, dua mobil tangki yang dihadang dan disandera itu berukuran 32 Kilo Liter (KL). Dalam dua mobil tangki BBM itu berisi biosolar dalam kondisi penuh.

Massa aksi melakukan penyanderaan terhadap mobil tangki itu awalnya berniat menjadikan simbol perlawanan dan kekecewaan atas nasib yang menimpa mereka. Namun, hal tersebut menjadi negatif diberbagai kalangan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini