nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengacara Bakal Ajukan Penangguhan Penahanan 8 Tersangka Pembajakan Truk Pertamina

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 08:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 21 338 2032914 pengacara-bakal-ajukan-penangguhan-penahanan-8-tersangka-pembajakan-truk-pertamina-7Sbz9cHFIw.jpg Dua truk Pertamina yang dibajak sekelompok orang. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Imbas dari aksi pembajakan dua truk tangki milik PT Pertamina yang dilalukan oleh Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) pada Senin 20 Maret 2019 membuat aparat kepolisian langsung bertindak cepat. Delapan anggota SP-AMT pun ditetapkan menjadi tersangka dan sudah dilakukan penahanan.

Terkait hal itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta berencana mengajukan penangguhan penahanan terhadap delapan orang tersebut.

"Sebenarnya kita sudah merancang beberapa langkah advokasi. Kita tidak bisa bicara detail, karena ini kan strategi. Tapi bagi orang yang ditahan, kami akan upayakan penangguhan penahanan. Ini sebenarnya udah dapat support dari serikat buruh lainnya," kata Pengacara Publik LBH Jakarta Ayu Eza Tiara ketika dikonfirmasi Okezone, Kamis (21/3/2019).

(Baca juga: 2 Truk Tangki Pertamina Dibajak Sekelompok Orang di Ancol)

Dua truk Pertamina yang dibajak. (Foto: Okezone)

Ia menjelaskan, pihaknya bersama SP-AMT sudah melakukan pertemuan dengan manajemen PT Pertamina untuk membicarakan tuntutan yang diminta para sopir yang sudah bekerja selama puluhan tahun itu. Sayangnya, hasil mediasi ini belum menghasilkan sebuah kesepakatan, karena pihak Pertamina belum menyanggupi permintaan para anggota SP-AMT.

"Saya tidak bisa ceritakan hasilnya seperti apa? Tapi memang blelum ada titik temu dari tuntutan kami dengan kesanggupan Pertamina," ujar Ayu.

(Baca juga: Pertamina Sesalkan Kelakuan Mantan Anak Buahnya yang Bajak Mobil Tangki)

Sebagaimana diketahui, pembajakan ini berawal ketika dua truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) diadang dan dilarikan orang tak dikenal (OTK). Mobil milik PT Pertamina tersebut dibajak sekelompok orang pada Senin lalu sekira pukul 05.00 WIB saat hendak masuk Jalan Tol Ancol, Jakarta Utara.

Pembajakan tersebut, menurut Humas SP-AMT Wadi Atmawijaya, merupakan aksi spontanitas. Ia mengatakan, aksi tersebut dilatarbelakangi kekecewaan para pekerja mobil tangki lantaran tuntutannya, seperti menyorot PHK sepihak dan tidak memberikan upah lembur, tidak diperhatikan perusahaan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini