nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nelayan Kerang Keluhkan Pencemaran Limbah di Teluk Jakarta

Antara, Jurnalis · Kamis 21 Maret 2019 23:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 21 338 2033268 nelayan-kerang-keluhkan-pencemaran-limbah-di-teluk-jakarta-noNkfVZd6c.jpg Proyek Reklamasi Teluk Jakarta (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Para nelayan yang selama ini mengandalkan kerang hijau mengeluhkan pencemaran air limbah dan proyek reklamasi pulau di Teluk Jakarta Utara. AKibat pencemaran itu, banyak kerang mati sehingga mereka merugi.

"Sekarang nyari kerang hijau sudah sulit, karena adanya reklamasi itu jadi buat ambil kerang harus ke tengah, sekalinya ke tengah banyak kerang yang kena limbah dan sudah pada mati," kata salah satu nelayan kerang hijau, Tandek (57) saat di Muara Angke, Jakarta Utara, sebagaimana melansir Antaranews, Kamis (21/3/2019).

Dia mengungkapkan, budidaya kerang hijau memakai bagan juga kini sulit dilakukan, lantaran hasil kerangnya dari segi kualitas tidak akan maksimal akibat lokasi di sana yang cenderung berlumpur. Sebelum ada reklamasi dan pencemaran limbah pabrik, menurut Tandek, kawasan kampung kerang merupakan sentra pengolahan hasil laut di DKI Jakarta.

"Dulu pas belum ada reklamasi sama limbah pabrik itu daerah sini pusatnya pengolahan kerang hijau, bisa dilihat sendiri isinya tumpukan kerang semua nih daerah," tuturnya.

Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Hal senada disampaikan pengusaha pengolahan kerang hijau, Santi (42). Dulu di lokasi tersebut kata dia, merupakan sentra pengolahan kerang hijau di DKI Jakarta. Saat itu, banyak warga yang menjadikan rumahnya untuk pengolahan hasil laut tersebut.

"Dulu di sini setiap RT pasti ada tempat pengolahan kerang hijau, setiap mengolah bisa sampai berton-ton sekarang 50 kilogram saja sudah bersyukur," kata Santi mengeluh.

Penurunan hasil laut tersebut ikut diamini Santi sebagai imbas adanya reklamasi dan limbah pabrik yang dialirkan ke laut. "Ya, sekarang dapat sedikit karena reklamasi itu banyak kerang yang kena limbah, jadi semoga pemerintah bisa negur pabrik biar enggak buang limbah ke laut," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini