Anggota DPRD DKI Keberatan dengan Tarif MRT Jakarta Rp14.000

Sarah Hutagaol, Okezone · Rabu 27 Maret 2019 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 338 2035505 anggota-dprd-dki-keberatan-dengan-tarif-mrt-jakarta-rp14-000-GuFMKnkVsq.jpeg MRT Jakarta (Okezone)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, yakni Bestari Barus merasa keberatan dengan perubahan tarif maksimal Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) senilai Rp14.000 yang baru saja ditetapkan.

Menurut Bestari, perubahan tarif kereta cepat pertama di Indonesia tersebut hanya bisa dilakukan dalam rapat resmi, yakni rapat pimpinan gabungan, seperti yang dilakukan oleh DPRD DKI Jakarta ketika menetapkan tarif MRT sebesar Rp8.500.

 Baca juga: Tarif MRT Resmi Ditetapkan, Bundaran HI-Lebak Bulus Rp14.000

“Itu saya katakan, sesuatu yang tidak benar dan itu tidak dapat dilakukan karena mengubah itu mengurangi menambah itu cuma boleh dilakukan lewat rapat yang resmi,” ujar Bestari kepada awak media, Rabu (27/3/2019).

Bestari menilai kalau penetapan tarif MRT yang baru tersebut hanya berdasarkan kesepakatan antara Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Prasetyo Edi Marsudi dengan Gubernur DKI Jakara, Anies Baswedan.

 Baca juga: Tarif Murah MRT Diharap Tumbuhkan Minat Warga Naik Transportasi Umum

“Karena kami dari Fraksi Nasdem tidak pernah memberikan persetujuan atau kewenangan kepada ketua DPRD untuk bersepakat seorang diri dengan gubernur,” ungkapnya.

“Artinya kalau bisa saya katakan perubahan dari Rp8.500 menjadi lebih dari Rp8.500 adalah tidak sah. Keputusannya bukan di tangan ketua DPRD dan Gubernur, harus melalui rapat resmi, kalau enggak ngapain rapat resmi kemarin,” terang Bestari.

Seperti yang diketahui sebelumnya, tarif MRT yang semula seharga Rp8500 per 10 kilometer (km) berubah menjadi maksimal Rp14.000 dengan jarak Stasiun Bundaran HI sampai Lebak Bulus, dan tarif dengan jarak paling dekat sebesar Rp3.000 hingga Rp4.000.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini