nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hercules Rosario Marshal Divonis 8 Bulan Penjara

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 17:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 27 338 2035724 hercules-rosario-marshal-divonis-8-bulan-penjara-ylSTzQkNOV.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis Hercules Rosario Marshal delapan bulan penjara. Majelis menyatakan terdakwa terbukti melakukan pendudukan lahan milik orang lain.

"Menjatuhkan pidana penjara selama delapan bulan dikurangi masa tahanan," kata Hakim Ketua Rustiono didampingi hakim anggota dalam amar putusannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (27/3/2019).

Putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa pentuntut umum (JPU) yang meminta Hercules dijatuhi hukuman pidana penjara tiga tahun dipotong masa penahanan.

Rustiono dalam amar putusannya menyebut bahwa Hercules terbukti bersalah  memasuki lahan orang lain dan melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

"Menyatakan terbukti secara dan sah meyakinkan turut serta masuk pekarangan orang lain," tutur Hakim.

Dalam sidang terungkap, Hercules menguasai lahan milik PT Nila Alam di Kalideres, Jakarta Barat. Karena kasusnya meresahkan, dia dilaporkan ke polisi dan ditangkap pada 21 November di kediamannya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Atas putusan Majelis Hakim, Hercules dan jaksa penuntut umum menyatakan masih pikir-pikir untuk mengajukan banding, kasasi atau menerima vonis. Hakim memberikan waktu tujuh hari kepada tervonis dan jaksa untuk bersikap.

Mendengar putusan hakim, para pendukung Hercules yang ada dalam ruang sidang teriak kegirangan. Mereka bersyukur atas putusan itu.

 sd

Menjelang sidang vonis, Hercules sempat mengamuk ke wartawan saat turun dari mobil di PN Jakarta Barat. Dia mengejar wartawan dan sempat memukulnya.

(Baca juga: Jelang Divonis, Hercules Bogem Wartawan dan Usir Polisi di Ruang Sidang)

Di dalam ruang sidang, pria itu juga marah-marah dan mengusir polisi. Hercules kemudian ditenangkan oleh pengacaranya. Sidang pun dilanjutkan dan dia duduk di kursi pesakitan mendengar vonis.

Sidang putusan Hercules dijaga ketat polisi. Lebih 300 personel tim gabungan dikerahkan untuk pengamanan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini