nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban First Travel Bakal Ngadu ke Presiden Jokowi di Istana Bogor

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 27 338 2035800 korban-first-travel-bakal-ngadu-ke-presiden-jokowi-di-istana-bogor-mgqQDnIxas.jpg Korban First Travel (Foto: Okezone)

DEPOK - Calon jamaah umrah First Travel yang kecewa tidak hadirnya Andika Surahman selaku tergugat, dan terpidana pemilik agen perjalanan umrah di Pengadilan Negeri (PN) Depok, mengancam akan bertindak nekat menggeruduk Istana Kepresidenan Bogor.

Mereka meminta agar Presiden Joko Widodo mengembalikan aset milik First Travel kepada jamaah yang disita Negara. Para korban, aset itu merupakan murni uang jamaah bukan merupakan negara.

"Kalau enggak dibalikin juga duit saya, saya akan tembus ke Presiden. Presiden harus tahu, yang diambil ini bukan duit pemerintah. Ini uang jamaah. Kenapa harus pemerintah yang nguasain uangnya," kata Eli (56) salah satu calon jamaah asal Jatinegara, Jakarta Timur di PN Depok, Rabu (27/3/2019).

 sd

Dia mengaku telah menyetor uang Rp34 juta untuk biaya umrah dia dan ibunya yang berusia 75 tahun pada tahun 2016. Seharusnya, dia pergi ke Tanah Suci pada tahun 2017.

"Ini kan uang jamaah, bukan dari kalangan gede-gedean, Pak. Orang kecil semua, yang tukang gorengan, nasi uduk, tukang cuci. Kalau di sini tidak mengembalikan, saya akan tembus ke Presiden," ucap Eli sambil terisak.

Selain membayar Rp34 juta, Eli juga mengaku turut menyetor Rp5 juta sebagai biaya tambahan Paket Ramadan. Jadi, total uang yang diserahkan Rp39 juta.

"Kami sangat, sangat kecewa. Bagaimana caranya Presiden harus melihat warganya yang seperti ini. Saya kalau disuruh mengikhlaskan, jujur saya tidak ikhlas," paparnya.

Eli menyampaikan, bagaimana pun caranya dia akan merampas haknya yang disita Negara. Apalagi, menurutnya rata-rata jamaah merupakan warga dengan penghasilan pas-pasan.

 sd

"Itu kan bukan uang Negara, tapi uang kita ngumpulin dari kecil-kecil. Coba dari yang tukang nasi uduk, kuli cuci, saking kepingin berangkatnya umrah. Sekarang dirampas sama pemerintah. Enggak berhaklah pemerintah untuk merampas," ujar Eli.

Sementara itu Kuasa hukum jamaah First Travel, Riesqi Rahmadiansyah, mengungkapkan, jamaah berencana melakukan aksi di depan Istana Bogor sebelum hari pemungutan suara Pemilu Serentak, 17 April 2019.

"Kalau ke Istana Negara enggak pernah digubris kan. Kita ke Istana Bogor, kami minta agar Presiden menghapus hukuman terkait aset dirampas Negara. Itu namanya amnesti. Di dalam konstitusi, Presiden diberikan hak memberikan amnesti. Bukan amnesti terhadap pidananya, tapi amnesti terhadap aset yang dirampas oleh Negara," tegasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini