nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Kedok Modus Penipuan Kupon Undian

Hambali, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 28 338 2036327 polisi-bongkar-kedok-modus-penipuan-kupon-undian-bS41bC50Qg.jpg Foto: Okezone

TANGSEL - Modus penipuan melalui kupon undian berhasil diungkap oleh jajaran Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel). Perusahaan berjenis Usaha Dagang (UD) Surya Agung Perdana (SAP) itu, mengiming-imingi konsumen dengan berbagai macam hadiah dengan terlebih dahulu menyetorkan sejumlah uang.

Informasi yang dihimpun dari salah satu korban, Ervina (29) menyebutkan, kejadian bermula saat salah satu marketing UD SAP datang menghampirinya usai berbelanja di sebuah minimarket. Marketing yang diketahui bernama M. Sofyan itu lantas memberikannya selembar voucher.

Setelah dibuka, rupanya voucher tersebut berisikan keterangan makan gratis di suatu fast food serta mendapat pula voucher undian. Dengan segala bujuk rayu, Sofyan kemudian mengarahkan agar Ervina datang ke Kantor SAP terlebih dahulu guna pencairan voucher dan undian.

Pada hari Senin 25 Maret 2019, Ervina mendatangi Kantor UD SAP, di Ruko Golden Boulevard Blok E41, Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangsel. Disana, korban diminta menghadap kepada salah satu Supervisor SAP, bernama Genta Kurniawan, terkait urusan pengambilan voucher dan undian.

"Korban lalu mengambil kupon undian dan membukanya. Ternyata kupon berisi hologram, jadi jika ingin menggosok hologram itu konsumen diharuskan mengikuti ketentuan yang antara lain membayar uang sebesar Rp14 juta," terang AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel kepada Okezone, Kamis (28/3/2019).

 s

Mulanya korban merasa ragu dengan menyetorkan uang belasan juta. Namun tersangka Genta menjanjikan, akan mengganti uang sebesar Rp20 juta jika kupon hologram yang berada di dalam kotak kaca ternyata kosong. Karena terus diperdaya dan diiming-imingi hadiah berupa mobil, motor, bahkan hingga logam mulia, maka akhirnya Ervina menuruti hal itu.

"Setelah kupon diambil dan digosok, maka tulisan yang muncul adalah mendapatkan alat penyaring udara atau Air Purfier seharga 3-4 jutaan. Korban merasa dirugikan karena harga air purfier tidak sebanding dengan uang yang diberikan," sambung Alex.

Merasa ditipu dengan modus kupon undian itu, korban selanjutnya melapor ke kantor polisi dan mendapatkan nomor laporan: LP/343/K/III/2019/SPKT/Res Tangsel tanggal 25 Maret 2019. Polisi pun langsung bergerak cepat, pemeriksaan terhadap semua pihak terkait seketika dilakukan.

Dari pemeriksaan akhirnya diketahui, jika ternyata kupon hologram yang berada di kotak kaca setelah digosok seluruhnya berisi hadiah air purfier. Berbanding terbalik dengan iming-iming pelaku yang menyebutkan, terdapat berbagai macam hadiah lainnya.

"Dengan disaksikan oleh pegawai dari Dinas Sosial Kota Tangsel, lalu penyidik menggosok semua hologram kupon. Ternyata semuanya berisi keterangan air purfier saja," ucapnya.

 sd

Polisi selanjutnya mengamankan keenam pelaku yang merupakan manajemen UD SAP. Yaitu, Sri Sudarti sebagai pemilik usaha. Lalu M Sofyan sebagai marketing. Berikutnya adalah Genta Kurniawan, Renold Firnando, Eti Susanti, dan Marjoni, masing-masing sebagai Supervisor UD SAP.

Barang bukti yang diamankan adalah uang tunai Rp14 juta, 1 kotak undian, 7 bendel dokumen pemenang undian, 565 lembar kupon undian UD SAP, 385 lembar voucer SAP yang akan diserahkan marketing ke calon korban, 38 lembar koran cetak nasional terbitan 10 Agustus 2018 berisi iklan undian perusahaan pelaku, dan berbagai hadiah yang disediakan perusahaan.

Dijelaskan Alex, para pelaku membagi peran masing-masing. Dibeberkannya, jika marketing bertugas menyebarkan brosur kupon secara acak guna memikat konsumen. Keuntungannya sebesar Rp700 ribu per konsumen yang mau mengikuti undian.

Lalu Supervisor, bertugas membujuk konsumen yang datang ke kantor SAP, serta menjelaskan berbagai ketentuan dan persyaratan. Keuntungannya sebesar Rp300 ribu, perkonsumen yang mau mengikuti undian. Sedangkan terakhir adalah pemilik usaha, perannya mengadakan program pesta hadiah dan undian tanpa mengikuti aturan yang ada.

"Perannya berbeda-beda. Otak pelaku kejahatan ini adalah tersangka berinisial SS," paparnya.

Dari penelusuran yang ada diketahui, jika UD SAP telah beroperasi sekira 1 tahun belakangan. Padahal berdasarkan surat keterangan usaha tahun 2016 silam, domisilinya berada di wilayah Jakarta Barat. UD SAP pernah juga mendapat teguran karena usahanya tidak sesuai Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 14 /A/HUK//2006 tentang ijin undian.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat tindak pidana penipuan dengan modus kupon undian berhadiah, sebagaimana dimaksud Pasal 8 dan atau Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

"Ancaman hukumannya 5 tahun penjara. Kami juga mengimbau kepada masyarakat, siapa saja yang pernah merasa menjadi korban atas kasus ini segera datang dan melapor ke Polres Tangsel," tandas Alex.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini