nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penuhi Unsur Pidana, Hakim Minta Sidang Kasus Investasi Bodong Dilanjutkan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 25 April 2019 21:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 25 338 2048033 penuhi-unsur-pidana-hakim-minta-sidang-kasus-investasi-bodong-dilanjutkan-acbyPpG2xR.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) kembali menggelar sidang kasus dugaan penipuan investasi bodong dengan terdakwa bos perusahaan forex asal Surabaya, Hary Suwanda dan rekannya, Raywond Rawung. Sidang tersebut mengagendakan pembacaan putusan sela.

Ketua Majelis Hakim, Machri Hendra menyatakan perkara ini telah memenuhi unsur pidana sehingga perlu dilanjutkan. Hakim pun meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan para saksi ahli di persidangan berikutnya.

“Kami memutuskan sidang dilanjutkan. Jadi, sudah dipastikan ke depannya JPU (harus) menyiapkan sejumlah saksi ahli,” kata Machri, Kamis (25/4/2019).

Sebelumnya, sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan dan penipuan investasi bodong yang menjerat Bos Forex Surabaya Hary Suwanda dan rekannya, Raywond Rawung digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat, Rabu, 10 April 2019 lalu.

(Baca juga: Terdakwa Kasus Investasi Bodong Ajukan Penangguhan Penahanan)

Pada sidang sebelumnya yang digelar pada Rabu 10 April 2019 lalu, Jaksa Arih menjawab eksespsi dari tim kuasa hukum kedua terdakwa. Terhadap eksepsi yang diajukan, hakim berpendapat bahwa apa yang dilakukan sejumlah terdakwa adalah sah.

Eksepsi lanjut hakim merupakan bagian dalam persidangan, terlebih dalam pendapatnya hakim melihat adanya unsur pidana. “Silakan nantinya terdakwa dan kuasa hukum menyiapkan materi lainnya,” ujar dia.

Kendati dalam eksespsinya, terdakwa mengaku tidak menandatangani berkas. Namun menurut hakim, hal itu bisa dibuktikan dalam persidangan selanjutnya. “Silakan saja dibuktikan, kami bersikap objektif dan terbuka,” kata Hakim Machri.

Ilustrasi Penipuan

(Baca juga: Penangguhan Penahanan Terdakwa Investasi Bodong Ditolak PN Jakbar)

Di lain pihak, kuasa hukum salah satu terdakwa, Tommy Apriawan menilai putusan sela yang dibacakan tersebut merupakan hak hakim. Meski begitu, Tommy menyayangkan sikap hakim yang tidak mengabulkan upaya penangguhan penahanan kota yang diajukan sebelumnya.

“Padahal kita ada jaminan dari keluarga dan kuasa hukum. Sebelumnya kami menjamin kedua terdakwa tidak akan mangkir dalam sidang,” ujar Tommy.

Sidang kasus tersebut akan kembali digelar pada Selasa, 30 April 2019 mendatang dengan agenda mendengar keterangan saksi-saksi.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini