Share

Kegigihan Bocah SD Menimba Ilmu dari Kemayoran ke Depok Viral

Wahyu Muntinanto, Okezone · Kamis 25 April 2019 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 25 338 2048099 kegigihan-bocah-sd-menimba-ilmu-dari-kemayoran-ke-depok-viral-dUmshVqalp.jpg Karim saat naik kereta (Foto: Ist)

DEPOK - Perjuangan Karim Maullah (10), siswa kelas 3 sekolah nonformal Masjid Terminal (Master) Depok menghebohkan jagat media sosial. Ia ramai diperbincangkan saat fotonya tersebar ketika hendak pulang ke rumahnya di Kemayoran, Jakarta Pusat menggunakan kereta.

Saat okezone menyambangi sekolah Master Depok yang menampung anak marjinal dan anak jalanan tepat di samping Terminal Terpadu Kota Depok atau Metropolitan Stasiun Terminal (Metro Stater) Depok. Ternyata Karim sedang tidak masuk ke sekolah lantaran sedang sakit demam.

Anti, selaku guru Karim sewaktu mengajar di kelas dua bercerita, sebelum tinggal di Kemayoran, bocah malang itu tinggal di wilayah Situ Lio, Depok. Namun, tak tahu kabar berhembus Karim yang tinggal bersama neneknya itu sudah pindah ke wilayah Kemayoran, Jakpus.

"Memang benar anak yang sedang viral itu bersekolah di sini sekolah Master Depok, namanya Karim Maullah, dia tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dulu setahu saya sewaktu mengajar Karim dia tinggal sama neneknya ikut mulung di Depok tapi ternyata sekarang sudah pindah," ucap Anti saat berada di ruang guru sekolah Master, Kamis (25/4/2019).

(Baca Juga: Viral Siswa Tendang Kepala Sekolah, Begini Fakta Sebenarnya)

Sekolah Karim

Namun, setelah Karim duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar, guru-guru yang pernah mengajar Karim terkejut. Rupanya bocah itu sudah tak tinggal di Depok. Anti dan guru barunya Marwan terpana mendapatkan kabar kepindahan Karim.

"Pantesan ya sering lihat Karim terlambat dan kalau belajar suka ngantuk di kelas ternyata rumahnya jauh. Saya kalau lagi ngajar melihat dia suka tidur-tiduran sampai tidur di kelas," imbuh Marwan, guru kelas 3 Karim.

Melihat kondisi Karim yang hanya di asuh oleh neneknya yang sudah tua, pihak sekolah Master berharap ada seorang dermawan yang mau bantu menyekolahkan Karim di Jakarta. Sebab, jarak yang jauh para guru menilai kegiatan belakar Karim tidak efektif.

"Saya sih pengennya ada donatur yang mau bantu menyekolahkan Karim yang dekat di rumahnya jadi gak capai harus ke Depok," ujarnya.

(Baca Juga: Viral Penampakan "Mata Raksasa" di Langit Bandung)

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini