nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kegigihannya Menimba Ilmu dari Kemayoran ke Depok Viral, Karim Kini Punya Sepatu dan Tas Sekolah

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Selasa 30 April 2019 14:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 30 338 2049841 kegigihannya-menimba-ilmu-dari-kemayoran-ke-depok-viral-karim-kini-punya-sepatu-dan-tas-sekolah-WAo3WOEziN.jpg Danramil 01/Pancoranmas, Kapten Inf Kholidi Mengajak Karim Maullah (10) Beli Peralatan Sekolah (foto: Wahyu M/Okezone)

DEPOK - Masih ingatkah kisah perjuangan Karim Maullah (10) bocah kelas 3 Sekolah Dasar (SD) yang sempat viral di media sosial (medsos) karena kegigihanya berangkat sekolah dari Kemayoran, Jakarta Pusat menuju Depok, Jawa Barat, seorang diri menaiki kereta tanpa alas kaki.

Setelah informasi itu beredar luas di masyarakat, saat ini banyak orang yang datang menawarkan batuan kepada Karim dengan datang ke sekolah non formal Masjid dan Terminal (Master) di samping Terminal Terpadu Kota Depok atau Metropolitan Stasiun Terminal (Metro Stater) Depok.

Danramil 01/Pancoranmas, Kapten Inf Kholidi Mengajak Karim Maullah (10) Beli Peralatan Sekolah (Wahyu M)

Baca Juga: Kegigihan Bocah SD Menimba Ilmu dari Kemayoran ke Depok Viral 

Salah satunya bantuan itu datang dari Danramil 01/Pancoranmas, Kapten Inf Kholidi. Dia mengatakan setelah melalui beberapa tahapan, Kholidi akhirnya dapat bertemu dengan anak tangguh yang tidak kenal menyerah tersebut.

"Saya koordinasi dengan pihak sekolah Master, kemudian saya ajak Karim ke Pasadena untuk beli semua perlengkapan sekolahnya. Senang sekali anak itu, hadiah itu berupa dua pasang sepatu, lengkap dengan seragam Sekolah Dasar," kata Kholidi saat dihubungi Okezone, Selasa (30/4/2019).

Prajurit TNI berpangkat Kapten tersebut mengaku merasa terpanggil dan terenyuh hatinya, setelah jagat media sosial ramai dengan kisah Karim. Selain itu penelursuran soal Karim di dapat dari Okezone.com yang memuat artikel tentang kegigihan Karim.

Dijelaskan Kholidi, setelah menyelesaikan sekolah Karim mengungkapkan bahwa ia bercita-cita ingin menjadi TNI. "Dia (Karim) punya cita cita ingin jadi Tentara," ucapnya.

Danramil 01/Pancoranmas, Kapten Inf Kholidi Mengajak Karim Maullah (10) Beli Peralatan Sekolah (foto: Wahyu M/Okezone)	 

Menurutnya, Karim Maullah adalah anak baik, penurut dan rendah hati. Namun orang tuanya (bapaknya) tidak pernah pulang ke rumah, dan ibunya sudah meninggal dunia. Saat ini Karim tinggal bersama neneknya di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Alhamdulillah, kini Karim Maullah telah memiliki 2 pasang sepatu dan seragam sekolah serta tas dan peci. Semoga Karim tambah semangat dalam belajar dan bersekolah," tuturnya.

Sementara Ketua Bidang Pendidikan Sekolah Master, Mustamin mengatakan, siswa yang bersekolah yayasan Bina Insani ini gratis alias tidak dipungut biaya apapun. "Yang penting ada kemauan, kami menerima siswa didik dari kalangan apapun," ujar Mustamin.

Baca Juga: Viral Emak-Emak Terobos Palang Pintu Kereta, Netizen: Ngakak Tapi Kasihan

Sebelumnya Okezone menyambangi sekolah Master Depok yang menampung anak marjinal dan anak jalanan tepat di samping Terminal Terpadu Kota Depok atau Metropolitan Stasiun Terminal (Metro Stater) Depok. Ternyata Karim sedang tidak masuk sekolah lantaran sedang demam.

Anti selaku guru Karim sewaktu mengajar di kelas dua bercerita, sebelum tinggal di Kemayoran bocah malang itu tinggal di wilayah Situ Lio, Depok. Namun tak tahu kabar berhembus Karim yang tinggal bersama neneknya itu sudah pindah ke wilayah Kemayoran, Jakpus.

Karim saat naik kereta (Foto: Ist)

Baca Juga: Kesepakatan Batas Laut Belum Tuntas Jadi Pemicu Gesekan KRI dan Kapal Vietnam 

"Memang benar anak yang sedang viral itu bersekolah di sini sekolah Master Depok, namanya Karim Maullah, dia tinggal di kemayoran Jakarta Pusat. Dulu setau saya sewaktu mengajar Karim dia tinggal sama neneknya ikut mulung di Depok tapi ternyata sekarang sudah pindah," ucap Anti saat berada di ruang guru sekolah Master, Kamis 25 April 2019.

Akan tetapi setelah Karim duduk dibangku kelas 3 SD, guru-guru yang pernah mengajar Karim terkejut. Rupanya bocah itu sudah tak tinggal di Depok. Anti dan guru barunya Marwan terpana mendapatkan kabar kepindahan Karim.

"Pantesan ya sering liat Karim terlambat dan kalau belajar suka ngantuk di kelas ternyata rumahnya jauh. Saya kalau lagi ngajar melihat dia suka tidur-tiduran sampe tidur di kelas," sambung Marwan guru kelas 3 Karim.

Danramil 01/Pancoranmas, Kapten Inf Kholidi Mengajak Karim Maullah (10) Beli Peralatan Sekolah (foto: Wahyu M/Okezone)	 

Melihat kondisi Karim yang hanya di asuh oleh neneknya yang sudah tua, pihak sekolah master berharap ada seseorang dermawan yang mau bantu menyekolahkan Karim di Jakarta. Sebab jarak yang jauh para guru menilai kegiatan belakar Karim tidak efektif.

"Saya sih pengenya ada donatur yang mau bantu menyekolahkan karim yang dekat di rumahnya jadi gak capek harus ke depok," urai dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini