nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sampah di Bekasi Tak Diangkut 3 Bulan, Pemkot Sebut Alat Berat Rusak

Wijayakusuma, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 00:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 03 338 2050854 sampah-di-bekasi-tak-diangkut-3-bulan-pemkot-sebut-alat-berat-rusak-SKippgUUAR.jpg

BEKASI - Kepala UPTD Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Ulfa Masrofah, menanggapi perihal penumpukan sampah yang berbulan-bulan dikeluhkan warga Kampung Jatikramat RT 02 RW 04, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ulfa menampik adanya pembiaran sampah warga Kampung Jatikramat yang tidak diangkut selama 3 bulan, sebagaimana yang diberitakan. Ia menyebutkan bahwa sampah-sampah tersebut tetap diangkut setiap minggunya, hanya saja jangka waktunya lebih lama dari biasanya.

Meski demikian, ia mengakui adanya kendala yang dialami pihaknya dalam hal pengelolaan sampah warga Kota Bekasi. Hal ini disebabkan sejumlah alat berat yang rusak parah sehingga memperlambat proses pengelolaan sampah.

"Permasalahannya alat berat yang rusak karena diforsir kerjanya. Jadi mau bagaimana melakukan pelayanan kalau alat beratnya pada rusak. Semenjak saya di TPA sudah tiga bulan dan saya tanya ke staf juga, dari dulu permasalahannya itu-itu terus," kata Ulfa kepada Okezone di TPA Sumur Batu, Bantargebang, Kamis (2/5/3019).

Dari 10 alat berat yang dimiliki TPA Sumur Batu, Ulfa menyebutkan hanya 5 yang masih bisa beroperasi.

"Semua ada 10 alat operasional. Saat ini hanya 5 yang operasional, 3 ekskavator, 3 buldozer, 1 loder. Nah yang belum operasional yang rusak parah, 1 ekskavator long arm, 3 buldozer, 1 ekskavator Caterpillar," ujarnya.

Kesulitan Mencari Sparepart Alat Berat


Ulfa mengaku pihaknya kesulitan mencari sparepart untuk perbaikan mesin alat berat yang rusak, sehingga urung diperbaiki. Soal perbaikan pun pihaknya tidak pernah menggunakan jasa maintenance dari luar, dikarenakan tidak memiliki anggaran untuk itu.

"Bisa dibetulkan, ya bisa kalau ada sparepartnya. Ini kan sparepartnya susah. Terus misalkan yang satu sudah kita perbaiki, nanti ada lagi yang rusak karena kebanyakan diforsir, begitu terus," akunya.

"Kita juga tidak ada anggaran, makanya tidak pakai maintenance. Kebetulan anak-anak operator alat berat bisa perbaiki, udah pada pintar sendiri, otodidak lagi. Coba kalau harus bayar maintenance, belum dia kalau pakai jam dari sana ke sini, sementara alat kita lagi dibutuhkan. Bisa terhambat pelayanan, otomatis mobil ngantri," ucapnya.

Terkait masalah ini, Ulfa menegaskan telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Lutfi. Ia pun menyarankan agar menanyakan langsung perihal tidak terangkutnya sampah warga kepada UPTD LH, sebagai pihak yang lebih berwenang di masing masing Kecamatan yang ada di Kota Bekasi.

"Jadi kalau untuk permasalahan kenapa sampai sampah di wilayah itu 3 bulan tak terangkat, konfirmasi langsung ke UPTD nya, di Jatiasih. Ya itu ke dia penanganannya, manajemennya dia. Ya sah-sah saja, jangan menyalahkan kesini (TPA Sumur Batu)," celetuknya.

Ulfa juga menampik adanya kendala pada zona di TPA Sumur Batu. "Untuk zona kita sudah memadai. Operasional kita lancar, ya semua pasti lancar. Terlepas dari itu, kita pun selalu berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin," tandasnya.

TPA Sumur Batu juga terkendala akses jalur operasional truk yang masih minim, sehingga menyebabkan antrian panjang truk yang ingin membongkar muatan setiap harinya. Seluruh muatan baru selesai dibongkar saat siang hari, dimana tidak terdapat lagi truk-truk sampah yang berderet mengantri.

Keterbatasan Armada Sampah Jatiasih

Sementara Kepala UPTD Kebersihan Jatiasih, Ombot mengklaim keterlambatan pengangkutan sampah baru berjalan tiga minggu. Adapun kendalanya dikarenakan keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah yang dimiliki Kecamatan Jatiasih.

"Kebetulan Jatiasih armadanya memang terbatas, cuma 12 dari seharusnya paling tidak 16 unit. Tapi itupun saya sudah kerjakan maksimal. Itupun kenapa keterlambatan sampai 3 minggu, artinya bukan tidak diangkut," katanya saat dihubungi melalui seluler.

Selain armada yang terbatas, padatnya truk sampah yang hendak membongkar muatan di TPA Sumur Batu, juga kerap menjadi kendala pengangkutan sampah warga.

"TPA kan kadang-kadang juga suka crowded meski tidak terus-terusan. Alat berat mereka juga rusak kan beberapa hari ini, memang seperti itu. Tapi kita tidak terlalu fokus, bahwa disana karena crowded jadi tidak bekerja. Tetap kita bekerja, walaupun nanti menginap atau bagaimana, tetap kita perintahkan petugas kebersihan untuk bekerja," jelasnya.

"Kemudian itu kan juga jalan yang menuju TPA ada yang putus kalau tidak salah, jadi kita harus memutar arah. Lalu katanya juga kalau ada truk sampah lewat, dikomplain juga karena bau," ungkap Ombot.

Sampah Warga Sudah Kembali Diangkut Usai Diberitakan


Terpisah, Ketua RT 02 RW 04 Jatikramat, Ibrahim mengatakan, usai diberitakan, sampah yang menumpuk di wilayahnya sejak Rabu malam sudah kembali diangkut oleh petugas.

"Iya tadi malam sudah mulai diangkut sama petugas. Terus tadi pagi juga diangkut lagi sisanya," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Boim itu pun merespon sanggahan pihak UPTD TPA Sumur Batu perihal sampah yang tidak diangkut selama 3 bulan. Menurutnya, selama ini sampah warga memang diangkut, hanya saja membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sekali angkut. Hal ini menyebabkan sampah semakin menumpuk dan membusuk, sampai mengeluarkan bau menyengat. Kondisi ini pun telah berlangsung selama kurang lebih 3 bulan terakhir.

"Ya memang selama 3 bulan ini diangkut, cuma tersendat. Kadang tiga minggu sekali, kadang lebih. Ya warga kan kelamaan nunggunya. Beberapa hari aja sampah udah menumpuk, apalagi sampai berminggu-minggu," keluhnya.

Saat ini warga berharap sampah bisa kembali diangkut secara rutin oleh petugas, sehingga tidak lagi terjadi penumpukan sampah seperti yang sudah-sudah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini