nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satpol PP Ancam Tempat Hiburan Tutup Permanen Jika Nekat Buka Selama Ramadan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 05 Mei 2019 08:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 05 338 2051675 satpol-pp-ancam-tempat-hiburan-tutup-permanen-jika-nekat-buka-selama-ramadan-xBeGFCEFYh.jpg Stiker Tempat Hiburan (Foto: Antaranews)

JAKARTA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta tak segan-segan untuk menutup tempat hiburan malam (THM) secara permanen bila para pengusaha THM tetap nekat buka saat bulan Ramadan 1440 Hijriah. Namun, penutupan itu tetap harus melalui prosedur dan ketetapan yang berlaku.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan, seluruh pelanggaran beleid terkait tempat hiburan dapat dikenakan sanksi sesuai pasal 98 dan 102 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 tahun 2015 dan Pasal 52 ayat 2 Peraturan Gubernur Nomor 18 tahun 2018.

"Kalau emang yang bersangkutan tidak mematuhi bisa juga tindakan tutup sementara, bisa dipermanenkan kalau memang tidak taat pada aturan," kata Arifin kepada Okezone, Minggu (5/5/2019).

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menerbitkan surat edaran Nomor 162 tahun 2019 tentang waktu penyelenggaraan Industri Pariwisata atau tempat hiburan pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau 2019 Masehi dengan beberapa pengecualian.

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, penyelenggaraan usaha pariwisata berupa kelab malam, diskotek, mandi uap, rumah pijat, area permainan ketangkasan manual, mekanik atau elektronik untuk dewasa, dan bar wajib tutup pada satu hari sebelum dan selama bulan Ramadan serta pada Hari Raya Idul Fitri, dan satu hari setelahnya.

Tempat Hiburan

Baca Juga: Ini Aturan Stiker "Buka" dan "Tutup" Hiburan Malam di Jakarta Selama Ramadan

Seluruh kegiatan yang menjadi penunjang usaha tersebut yang berada dalam satu kesatuan dan ruangan juga harus tutup.

Namun, diskotek yang diselenggarakan dan menyatu dengan kawasan komersial dan area hotel minimal bintang empat yang tidak berdekatan dengan rumah ibadah, rumah sakit, dan pemukiman warga diperbolehkan untuk buka.

Namun dalam beberapa kesempatan, diskotek dan usaha hiburan lain tersebut juga harus tutup. Yaitu dilarang buka pada satu hari sebelum Ramadan, hari pertama Ramadan, satu hari sebelum dan hari pertama serta sehari setelah Idul Fitri dan malam Nuzulul Quran.

Pemerintah DKI juga memperbolehkan usaha karaoke eksekutif dan pub pada bulan Ramadan pada pukul 20.30 hingga 01.30. Sedangkan karaoke keluarga dibolehkan pada pukul 14.00 hingga 02.00.

Berikutnya, usaha billiar yang menyatu dengan usaha karaoke dan pub dibolehkan beroperasi mulai pukul 20.30 hingga 01.30. Sedangkan usaha billiar yang terpisah dari pub atau karaoke, diizinkan mulai pukul 10.00 hingga 24.00.

Arifin mengaku sudah membentuk tim terpadu yang terdiri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kesbangpol termasuk dari Polda dan TNI. Mereka akan melakukan pengawasan terhadap setiap THM agar Surat Edaran Nomor 162/SE/2019 dijalankan oleh semua pengusaha tempat hiburan.

"33 hari yang dimulai hari ini kita lakukan tahap pengawasan terhadap tempat-tempat hiburan di 5 wilayah kota," kata Arifin.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini