nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Autopsi Bayi yang Dibunuh Ayahnya di Kebon Jeruk

Antara, Jurnalis · Rabu 08 Mei 2019 23:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 08 338 2053281 polisi-autopsi-bayi-yang-dibunuh-ayahnya-di-kebon-jeruk-uGdckBijCi.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Polsek Kebon Jeruk membongkar makam bayi berusia tiga bulan yang dibunuh oleh ayah kandungnya sendiri untuk dilakukan autopsi. Kegiatan autopsi dilakukan langsung di makam dengan bantuan tim dokter forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusuomo.

"Hari ini kita melaksanakan autopsi di tempat terkait penanganan perkara kasus pembunuhan bayi yang kemarin telah kita rilis kejadiannya," kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandy, di Jakarta, seperti dikutip Antaranews, Rabu (8/5/2019).

Irwandy mengatakan, autopsi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dan terkait dengan pembuktian empirik terkait dengan penyebab kematian. "Setelah ini hasil yang kita dapatkan dari dokter forensik akan kita satukan dengan bukti-bukti yang lain guna kepentingan penyidikan," tuturnya.

(Baca Juga: Ayah Pembunuh Bayi 3 Bulan di Kebon Jeruk Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Ilustrasi

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi membekuk seorang ayah muda berinsial MS (23) yang menganiaya anak kandungnya yang baru berusia tiga bulan hingga tewas. Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Sabtu 27 April dan baru terungkap setelah pihak Puskesmas Kebon Jeruk melaporkan adanya kematian bayi secara tidak wajar ke Mapolsek Kebon Jeruk pada Selasa 30 April.

Atas perbuatannya, MS kini harus meringkuk di balik jeruji besi dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsider Pasal 351 (3) KUHP tentang Penganiayaan dan Pasal 80 (4) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

(Baca Juga: Ayah Pembunuh Bayi 3 Bulan di Kebon Jeruk Positif Narkoba

Namun, ancaman hukumannya diperberat lantaran pelaku adalah orangtua kandung dari korban. "Karena pelaku adalah orang tuanya sendiri maka hukumannya diperberat sepertiga menjadi 20 tahun penjara," tutur Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu dalam pengungkapan kasus tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini