nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sibuknya Dapur Istiqlal Sediakan 3.500 Takjil Setiap Hari Selama Ramadan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 10:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 10 338 2054262 sibuknya-dapur-istiqlal-sediakan-3-500-takjil-setiap-hari-selama-ramadan-xIaa4Su7xt.JPG Suasana kesibukan di Dapur Masjid Istiqlal, Jakarta (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

PAGI itu, sejumlah juru masak tampak sibuk meramu masakan di dapur Masjid Istiqlal, Jakarta. Beberapa kaum ibu juga begitu cekatan menyiapkan kotak berbahan karton untuk membungkus nasi katering.

Ya, setiap bulan Ramadan tiba, pengelola Masjid Istiqlal menyediakan ribuan makanan untuk berbuka puasa atau takjil yang akan diberikan kepada jamaah atau orang-orang yang berkunjung ke sana.

Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam mengatakanm, setiap harinya pihak pengelola masjid setidaknya menyediakan 3.500 nasi kotak untuk hari Senin hingga Jumat, dan 4.500 pada akhir pekan.

Abu Hurairah menjelaskan, sebanyak 3.500 nasi kotak tersebut tidak hanya dimasak atau disajikan dari pengurus dapur Masjid Istiqlal, melainkan juga dibagi kepada beberapa tempat usaha makanan atau katering.

“Kalau tahun sebelumnya dapur Istiqlal itu dapat lebih dari katering-katering yang lain. Tahun ini dibagi rata agar supaya mutu daripada masakannya bisa dijamin. Enak, kemudian tidak cepat basi,” ujar Abu Hurairah kepada Okezone, belum lama ini.

Suasana Dapur Istiqlal

“Dulu dapur istiqlal masak bisa sampai 2.000-an. Kalau sekarang cuma 500 kalau enggak salah kurang lebih,” katanya lagi.

Nasi kotak yang dibagikan itu lanjut Abu, setiap harinya berisikan 5 buah kurma, buah, dan juga lauk pauk. Lauk pauk yang disajkan pun berbagai macam setiap harinya, yakni telur, daging, dan ayam yang digilir setiap harinya agar tidak bosan.

Ketika Okezone berkesempatan untuk meninjau dapur Masjid Istiqlal, terlihat beberapa juru masak sedang menyelesaikan tugasnya untuk menyiapkan 500 nasi kotak. Mereka begitu piawai memotong-motong bahan makanan, menumbuk cabai, dan juga menggorengnya.

Salah satu juru masak bernama Astri mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa menyiapkan beragam makanan untuk berbuka puasa di Masjid Istiqlal. Selain itu, ia juga senang karena bisa berkumpul dengan teman-teman yang lain.

Suasana Dapur Istiqlal

“Seru saja ya. Apalagi kan kalau pas puasa gini ngumpul ya, itu saja. Dibanding hari lainnya kita di sini lebih kalau pas puasa ada tenaga bantuan jadi seru aja ngumpul, dan daripada di rumah, mending di sini,” ungkap Astri saat ditemui di dapur Istiqlal.

Karyawan koperasi Masjid Istiqlal yang sudah menyiapkan makanan berbuka puasa selama 5 tahun itu pun mengaku tidak ada kendala yang berarti ketika dirinya menjadi juru masak, hanya saja ada beberapa menu makanan yang menurutnya mempunyai proses yang cukup rumit untuk diselesaikan.

Alhamdulillah sih enggak ada (kendala). Kita kan satu tim ya kerjainnya. Paling kalau labu kayak gini prosesnya agak lama ya. Kalau bikin perkedel itu prosesnya agak lama karena kita harus numbuk, goreng lagi, numbuk lagi, gitu,” tuturnya.

Suasana Dapur Istiqlal

“Untuk hari Minggu besok kan menunya telur, labu sama perkedel, itu agak ribet semuanya pengerjaannya. Prosesnya panjang. Kalau untuk gulai nangka, kacang panjang, simpel, sebentar pengerjaannya,” kata Astri.

Terkait persoalan itu, hal yang sama pun diungkapkan oleh Hasanudin selaku Koordinator Takjil Koperasi Masjid Istiqlal. Dia menyebut tak ada kendala yang terjadi selama menyediakan makanan untuk berbuka.

Hanya saja, menurutnya, kalau kenaikan harga dari bahan-bahan pokok yang naik menjadi salah satu masalah kecil. Namun, Hasan menyebutkan kalau pihaknya bisa menangani persoalan itu dengan mudah.

Infografis Tradisi Sambut Ramadan

“Cukup lancar ya, karena memang ini sudah bertahun-tahun kita laksanakan. Paling kendala yang ada ya masalah kenaikan harga barang-barang pokok,” kata Hasan.

“Kita selalu siap, sehingga kekurangan-kekurangan itu sangat kecil kemungkinan. Kalau pun terjadi kekurangan, kita belanjanya dekat, jadi mudah kita tanggulangi,” ujarnya menimpali.

Dengan memiliki 10-15 koki atau juru masak, proses menyiapkan makanan berbuka puasa sebanyak 500 nasi kotak dapat diselesaikan pada pukul 14.30 WIB, yang di mana pengerjaannya dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Sebanyak 500 nasi kotak yang disediakan oleh Masjid Istiqlal sebagian besar dikerjakan oleh karyawan koperasi setempat. Namun, ketika akhir pekan karena jumlah makanan yang disediakan menjadi 700, maka diperbantukan kurang lebih 5 orang karyawan lepas atau harian.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini