nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peras Sekdes Rp700 Juta, Polisi dan Wartawan Gadungan Dibekuk di Tangerang

Antara, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 13:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 14 338 2055498 peras-sekdes-rp700-juta-polisi-dan-wartawan-gadungan-dibekuk-di-tangerang-zAZljWfzWx.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

TANGERANG - Aparat Polresta Tangerang, Banten, membekuk Rul, Fad, dan Ibn yang diduga memeras sekretaris desa (sekdes) di Kecamatan Kresek mencapai Rp700 juta dengan dalih korban mengelapkan dana desa. 

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, ketiga pelaku memiliki peran berbeda seperti Rul dan Fad mengaku sebagai penyidik Mabes Polri serta Ibn mengaku sebagai wartawan daring.

"Para pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik itu awalnya menunjukkan surat panggilan palsu atas nama korban," katanya, seperti dikutip Antaranews, Selasa (14/5/2019).

Menurut dia, awal kejadian adalah saat korban didatangi oleh tersangka Rul dan Fad di kediamannya untuk menyelidiki kasus korupsi dana desa tahun 2017 dan 2018.

(Baca Juga: Peras Kepala Sekolah hingga Jutaan Rupiah, 3 Oknum Wartawan Ditangkap)

Kedua tersangka juga menunjukkan surat panggilan palsu atas nama korban yang mengaku sebagai penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri.

Ilustrasi penjara

Sedangkan surat panggilan itu, diperoleh para tersangka dari internet kemudian menyuntingnya dengan perangkat komputer.

Tersangka Rul menghubungi korban dan meminta uang sebesar Rp5 juta, korban yang ketakutan langsung mentransfer.

Namun, selang beberapa hari tersangka kembali menghubungi korban dan kembali meminta uang sebesar Rp40 juta dengan alasan agar proses penyidikan kasus tidak dilanjutkan.

Korban menuruti permintaan tersangka, ternyata belum puas memeras korban, beberapa waktu kemudian, para tersangka kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp100 juta.

"Alasan meminta Rp100 juta agar bisa mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3)," kata mantan Kapolres Jember, Jawa Timur itu.

Dia menambahkan, tersangka meminta uang ke korban yakni untuk membereskan surat panggilan kejaksaan dan agar kasus itu tidak dimuat di media massa diperkuat oleh tersangka Ibn.

(Baca Juga: Ancam Sebar Foto Bersama Perempuan Lain, Wartawan Palsu Peras Korban Rp35 Juta

Akibat ketakutan setiap saat didatangi maka korban menuruti kemauan para tersangka mentransfer uang secara bertahap hingga mencapai Rp700 juta.

Dia mengatakan korban sadar dan mulai curiga tidak tahan terus diperas, akhirnya melapor ke polisi dan langsung meringkus ketiga tersangka pada dua tempat berbeda di Kecamatan Balaraja dan Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung.

Dalam keterangan tersangka uang hasil memeras itu dibagi yakni Rul mendapatkan Rp240,7 juta, Fad sebesar Rp270,3 juta dan Fad menerima Rp88 juta.

Ilustrasi 

Polisi mengamankan barang bukti sebanyak 61 lembar transfer ke bank, kartu identitas sebagai jurnalis, 1 bendel berkas tangkapan layar percakapan korban dan para tersangka melalui aplikasi What’sApp.

Sabilul meminta kepada siapa saja untuk tidak mudah percaya dengan orang atau oknum yang mengaku sebagai penyidik Polri atau sebagai jurnalis dan bila ragu secepatnya melaporkan ke polisi.

Polisi menjerat ketiga tersangka dengan 368 Ayat (1) Kita Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pemerasan dengan ancaman hukuman maksimal diatas lima tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini