nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Periksa Dokter Ani Hasibuan Terkait Kematian Petugas KPPS

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 10:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 17 338 2056834 polisi-periksa-dokter-ani-hasibuan-terkait-kematian-petugas-kpps-JUp8T14aku.jpg Dokter Ani Hasibuan. (Foto : Twitter)

JAKARTA – Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Dokter Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan pada hari ini, Jumat (17/5/2019). Ia diperiksa terkait pernyataannya soal kematian dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) usai Pemilu 2019.

"Agendanya seperti itu (pemeriksaan terhadap dokter Ani)," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Ia mengatakan, agenda pemeriksaan terhadap Ani sekitar pukul 10.00 WIB di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Namun, Argo mengatakan, saat ini yang bersangkutan belum memenuhi undangan pemeriksaan.

“Kita tunggu saja ya,” ucap Argo.

Meski begitu, Argo belum merinci perihal apa saja yang akan digali dari pemeriksaan terhadap Ani Hasibuan. Hingga kini, polisi masih menunggu konfirmasi kehadirannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Dok Okezone)

Panggilan ini merupakan proses penyelidikan atas laporan yang dilayangkan oleh Carolus Andre Yulika pada Minggu, 12 Mei 2019 lalu. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Dalam hal ini, Ani diperiksa terkait dengan kasus dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong sebagaimana content yang terdapat di portal berita tamshnews.com pada Minggu, 12 Mei 2019.


Baca Juga : Dokter Ani Hasibuan Diperiksa Terkait Pernyataan Kematian Petugas KPPS

Polisi melakukan penyidikan berdasarkan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 35 Jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo Pasal 56 KUHP.


Baca Juga : Ini Pernyataan Dokter Ani soal Kematian Anggota KPPS yang Berujung Dipolisikan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini