nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir Pribadi Nekat Rampok Rumah Bos SPBU di Jaksel

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 18 Mei 2019 15:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 18 338 2057360 sopir-pribadi-nekat-rampok-rumah-bos-spbu-di-jaksel-b98cgjseCT.jpg Ditreskrimum Polda Metro Jaya Gelar Perkara Kasus Sopir Rampok Rumah Bos SPBU di Kawasan Jakarta Selatan (foto: Arie DS/Okezone)

JAKARTA - ‎Seorang Sopir berinisial S (43) diamankan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya setelah nekat merampok rumah majikannya yang merupakan pemilik SPBU di kawasan Hang Tuah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan, tersangka S sudah melakukan pemetaan terhadap rumah milik majikannya. Sehingga, aksi perampokan mudah dilancarkan.

Baca Juga: PNS Ditodong Senpi Usai Ambil Uang untuk Bulan Ramadan 

"Saat melakukan olah TKP, tersangka ada di situ karena tersangka merupakan sopir korban yang sudah bekerja selama empat tahun," kata Ade Ary di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

Jajaran Ditreskrimum berhasil menyimpulkan bahwa tersangka adalah S setelah melakukan interogasi kepada orang yang ada di sekitar TKP. Setelah diperiksa, S tidak bisa menyampaikan alibi yang kuat.

Ilustrasi Perampokan (foto: Shutterstock)

Akhirnya, polisi melakukan penggeledahan terhadap tersangka. Dalam penggeledahan tersebut, ditemukan uang sebesar Rp84 juta yang diduga hasil merampok dari rumah majikanya.‎

"Dalam waktu dekat, dia akan membiayai anak masuk sekolah. Dia merasa khilaf hingga akhirnya melakukan tindakan menganiaya majikannya sebanyak tiga kali dengan menggunakan pipa besi sepanjang 80 cm," ungkap Ade Ary.

Selain itu, tersangka juga telah membuang pipa besi yang digunakan untuk memukul korban di Sungai dekat Sekolah Tarakanita, Jalan Tendean, Jakarta Selatan. Kepada polisi, tersangka mengaku nekat merampok karena kebutuhan ekonomi.

Baca Juga: Pegawai Minimarket Ini Nekat Gasak Uang Rp112 Juta di Tempat Kerjanya 

"‎Alasan tersangka ngelakuin ini adalah tersangka mempunyai hutang kepada bank dan koperasi sebesar Rp25 juta," terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini