nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Aksi Gangster Jalanan di Mata Kriminolog

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 18 Mei 2019 21:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 18 338 2057411 fenomena-aksi-gangster-jalanan-di-mata-kriminolog-Bt2dxfnA7k.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Thomas Sunaryo menyebutkan bahwa aksi gangster jalanan yang tengah marak terjadi sepekan terakhir ini merupakan salah satu fenomena dari kenyataan sosial kehidupan masyarakat di Ibu Kota.

Thomas melanjutkan bahwa gangster terbentuk dikarenakan terdapatkan sekumpulan anak-anak muda yang pada usianya tengah mencari jati diri. Sebab itu, mereka pada akhirnya membuat geng yang bermacam-macam bentuknya.

“Karena kan kehidupan di kota itu kan psikologisnya sudah dinamis, bersaing, agresif. Nah, anak-anak muda ini kan mereka cenderung masih mencari identitas, salah satu faktornya,” ujar Thomas kepada Okezone, Sabtu (18/5/2019).

(Baca Juga: Tusuk Remaja yang Ketinggalan Rombongan SOTR, 4 Anggota Gangster Digelandang ke Polres Jaksel

Ilustrasi

Ia pun mengungkapkan kalau salah satu cara gangster itu memperlihatkan jati dirinya adalah dengan berbagai perilaku yang melanggar hukum, salah satunya adalah mencuri hingga membuat nyawa seseorang melayang.

“Di antara mereka kemudian tumbuh semacam sub-culture yang dianut oleh kelompok itu, yang biasa disebut culture kenakalan. Justru diantara mereka bahwa siapa yang berani melanggar aturan, itu yang jagoan, sampai memakan korban,” ujarnya.

(Baca Juga: Kriminolog Minta Polisi Berani "Sikat" Gangster Jalanan

Lantas mengapa para gangster tersebut muncul disaat bulan Ramadan? Menurut Thomas hal itu terjadi dikarenakan ada faktor ekonomi di dalamnya. Faktor itu pun yang menyebabkan beberapa gangster melakukan tindak kejahatan, seperti mencuri atau merampok.

“Jadi, kalau sudah berkelompok itu kan kadang-kadang mereka suka usil, ada orang yang naik motor digangguin, dari yang kecil itu sampai mereka yang akhirnya kepada yang sifatnya mencuri, merampok. Karena secara umum pada puasa dan lebaran ini semua orang butuh uang,” kata Thomas.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini