nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Motor Disita dari Balap Liar di Proyek Jalan Tol Serpong Tangsel

Hambali, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 13:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 19 338 2057545 ratusan-motor-disita-dari-balap-liar-di-proyek-jalan-tol-serpong-tangsel-PWc0tKKXMX.jpg Polisi sita ratusan motor dari balap liar di proyek jala Tol Serpong. (Foto : Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN – Ratusan pembalap liar lari tunggang-langgang di area proyek tol baru yang belum diresmikan, di Jalan Tol Kunciran Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (19/5/2019). Mereka meninggalkan kendaraannya di lokasi lantaran disergap personel gabungan kepolisian dair berbagai arah.

Mulanya, berbagai satuan menggelar apel persiapan penggerebekan lokasi balap liar di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Letnan Sutopo, Serpong. Tak hanya dari Satuan Lalu Lintas, operasi itu melibatkan personel dari Sabhara, Satreskrim, hingga Brimob bersenjata lengkap.

"Total melibatkan 62 personel, dengan 15 mobil dan 10 sepeda motor," ucap Kasatlantas Polres Tangsel, AKP Lalu Hedwin Hanggara, kepada Okezone.

Selanjutnya, petugas gabungan bergerak menuju lokasi balap liar yang disebut meresahkan masyarakat itu. Sejumlah personel lantas meringsek masuk ke jalan tol baru, mereka menyebar, dan langsung memburu pengendara yang terlibat dalam aksi balapan.

Polisi sita ratusan motor dari balap liar di proyek jalan tol Serpong. (Hambali/Okezone)

Pelaku balap liar pun lari menyelamatkan diri. Namun, banyak pula di antara mereka yang tak bisa berkutik setelah disergap petugas. Ratusan sepeda motor yang tertinggal di lokasi, lantas dicek satu per satu untuk diamankan ke Mapolres Tangsel.

"Kendaraan yang diamankan ada sepeda motor dan mobil. Kebanyakan tak dilengkapi surat-surat kepemilikan. Ada pula yang tak memasang kaca spion, lampu, tak mengenakan helm, dan lainnya," ujarnya.


Baca Juga : Bubarkan Balap Liar di Alun-Alun Kidul Boyolali, Polisi Sita 24 Motor

Beberapa sepeda motor yang disita telah mengalami modifikasi dari bentuk aslinya. Kendaraan-kendaraan itu didesain khusus agar dapat berlari kencang saat aksi balapan berlangsung. Padahal, kondisi demikian menyalahi aturan standarisasi kendaraan dalam berlalu lintas.

"Operasi gabungan skala besar ini dilakukan untuk menindak aksi balapan liar yang meresahkan masyarakat dan mengganggu kekhusyukan ibadah dalam bulan suci Ramadan ini," tutur Hedwin.


Baca Juga : Jesika Amelia, Joki Seksi Balap Liar yang Viral Akhirnya Minta Maaf

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini