nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Massa Aksi 22 Mei Kembali Bakar Ban di Flyover Slipi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 13:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 22 338 2058911 ratusan-massa-aksi-22-mei-kembali-bakar-ban-di-flyover-slipi-6RCbfB9oRl.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Ratusan massa kembali membakar ban di tengah jalan tepatnya di flyover Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.

Pantauan Okezone di lokasi, Rabu (22/5/2019). Massa kembali membakar ban di tengah jalan yang sebelumnya sudah kondusif. Ratusan polisi pun berjaga-jaga di lokasi bentrokan, polisi sempat menembakan gas air mata ke ratusan massa.

 (Baca juga: Cerita Korban Luka Aksi 22 Mei: Awalnya Saya Menolong Orang di Belakang Tong Sampah)

Terlihat juga ada beberapa massa yang pingsan akibat kelelahan setelah unjuk rasa. Mobil ambulans pun terlihat bolak balik di lokasi bentrokan.

 aksi 22 mei

Perlu diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada enam orang meninggal akibat bentrokan antara massa dan aparat sejak malam hingga dini hari, Rabu (22/5/2019), dan 200 orang juga mengalami luka-luka.

“Sekitar 200 orang korban luka-luka sudah dilarikan ke rumah sakit di Jakarta, di antaranya RSUD Tarakan, Pelni, Budi Kemuliaan, dan RSCM. Sudah enam orang meninggal dunia, satu orang meninggal dunia di RS Tarakan,” ujar Anies di RSUD Tarakan.

 (Baca juga: Puluhan Pasukan Oranye Mulai Bersihkan Sisa Aksi di Kawasan Petamburan)

Dia menuturkan, semua biaya perawatan korban ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, baik untuk korban dari pihak warga maupun dari pihak aparat keamanan. Menurut Anies, korban mayoritas mengalami luka memar, sesak napas, hingga luka akibat benda tumpul dan peluru karet.

 aksi 22 mei

Sebelumnya, dokter di RS Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, memastikan satu korban meninggal akibat tertembus peluru tajam di bagian dada, dalam bentrokan antara massa dan polisi di Petamburan, Jakarta Barat, dini hari tadi.

Korban diketahui bernama Farhan, warga Kota Depok, Jawa Barat. Dia tak mampu bertahan hidup lantaran peluru yang menembus tubuhnya merusak selaput paru-paru. Menurut keterangan dokter, hantaman peluru tajam membuat selaput paru-paru korban robek dan akhirnya meninggal dunia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini