nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Gubernur Anies Angkat Keranda Korban Aksi 22 Mei

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 15:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 24 338 2059969 ketika-gubernur-anies-angkat-keranda-korban-aksi-22-mei-H3XCsaadv8.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mendapatkan pujian ketika takziyah korban tewas Aksi 21-22 Mei di Bawaslu, Jakarta Pusat.

Pemerhati Sosial M Chozin Amrulloh menilai, tindakan orang nomor satu di Jakarta itu ikut takziyah dan mengangkat keranda korban sebagai bentuk tindakan terpuji.

 (Baca juga: Mabes TNI: Video Oknum BAIS Provokasi Massa 22 Mei Hoaks!)

(Baca juga: Pasar Tanah Abang Kembali Dibuka Hari Ini, Anies: Jangan Khawatir, Jakarta Aman)

Menurutnya, faktor-faktor kunci penentu apakah sebuah kerusuhan dapat berkembang meluas ataukah tidak. Menurut NJ Smelser, tahap ke-5 yang menentukan adalah soal kontrol sosial, yaitu apakah aparatur negara dan para petugas mampu mengendalikan situasi dan meredam kemarahan serta kekacauan yang terjadi.

"Langkah Anies sudah tepat, bukan sekedar ikut-ikutan angkat keranda dan takziyah, tapi inilah bentuk kontrol sosial untuk mengendalikan dan meredam kemarahan warga," kata Chozin kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

 Gubernur Anies Baswedan

Diketahui sebelumnya, kritikan untuk Anies pun menyebar di media sosial, yang dikatakan hanya cuma bisa ngusung keranda. Anies Baswedan memang takziah ke korban aksi 22 Mei dan ikut mengangkat keranda jenazah yang bersangkutan.

"Kehadiran negara atau Gubernur mengeliminasi skenario martir yang dapat menciptakan eskalasi. Tanpa kehadirannya sangat mungkin situasinya dapat tereskalasi dengan luas," sambungnya.

 

Korban tewas Aksi 21-22 Mei yakni seorang anak muda, warga Tambora, Jakarta Barat. Sebanyak 8 orang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di Jakarta, Anies hadir berseragam mewakili negara, dan mewakili aparatur berseragam lainnya. Ia mendinginkan amarah dan mengembalikan akal warga untuk tenang kembali.

"Ini bukan soal mengangkat keranda, Tapi Ini soal menyejukkan kota,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini