nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Kawat Berduri dan Barier Beton di Depan Bawaslu

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 16:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 27 338 2060942 polisi-bongkar-kawat-berduri-dan-barier-beton-di-depan-bawaslu-vUm9QQoKKL.jpg Aparat melakukan pembongkaran kawat berduri dan barier di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (Foto: Achmad Fardiansyah)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membongkar kawat berduri dan barier beton yang ada di sekitar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pembongkaran juga dilakukan di sejumlah titik lainnya. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, pembongkaran dilakukan atas perintah Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy.

"Siang hari ini rekan-rekan atas perintah Bapak Kapolda Metro Jaya kami dari jajaran Polres Jakarta Pusat bekerjasama dengan instansi terkait baik Dishub, maupun dari Dinas PU kami melakukan pembongkaran baik itu kawat beton maupun barier yang sudah terpasang sejak dari tanggal 21 Februari," katanya, Jakarta, Senin (27/5/2019).

(Baca Juga: Jokowi Tak Masuk Daftar 4 Tokoh yang Akan Dibunuh Perusuh 22 Mei)

Harry menambahkan, selain Bawaslu, titik lainnya yang juga dilakukan pembongkaran kawat berduri dan barier beton, yakni di KPU, Mahkamah Konstitusi dan Istana Negara.

"Proses ini berjalan bersamaan baik yang ada di Bawaslu, KPU, Istana negara, dan di depan MK atau pun Sapta Pesona semua barier baik dari beton maupun barier yang kawat barier semua dibuka, dan masyarakat secara bertahap semua akan melaksanakan kegiatan aktivitas di jalur-jalur tersebut secara normal kemudian," ujarnya.

Pembongkaran kawat berduri

Sementara itu, saat ditanya adanya aksi doa bersama di halaman Bawaslu, Harry mengungkapkan hingga saat ini Polri belum menerima surat izin akan hal tersebut. "Sampai dengan saat ini, kita belum mendapatkan informasi akan adanya aksi, baik di sekitar wilayah Mahkamah Konstitusi maupun tempat-tempat yang lain," ujarnya.

(Baca Juga: Perusuh 22 Mei Diperintahkan Bunuh 4 Tokoh Nasional dan Pemimpin Lembaga Survei)

Pemasangan kawat berduri dan barier beton itu dilakukan menyusul adanya aksi demonstrasi pada 21-22 Mei yang berujung kerusuhan. Massa menggelar demonstrasi karena menolak hasil rekapitulasi Pilpres 2019 yang memenangkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini