nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Angkat Penyiksa Bocah di Depok Masih Buron

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 20:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 28 338 2061529 ibu-angkat-penyiksa-bocah-di-depok-masih-buron-eRCZkoXa3F.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

DEPOK - Salsabila atau akrab disapa Caca menjadi korban penyiraman air panas oleh ibu angkatnya yang bernama Cantika. Penyiksaan tersebut membuat korban mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh hingga lapisan kulit mengelupas.

Kapolsek Limo Kompol Iskandar mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari masyarakat anggota kepolisian langsung menuju rumah korban di jalan H Limun RT01/RW02 Pangkalanjati, Cinere, Depok, Jawa Barat.

Namun ketika sampai disana pelaku tidak berada di lokasi kejadian dan hanya memeriksa sejumlah saksi.

"Anggota kami sudah mendatangi lokasi tapi pelaku tidak ada hanya memeriksa sejumlah saksi saja," ucap Iskandar kepada wartawan, Selasa (28/5/2019).

 (Baca juga: Tak Hanya Disiram Air Panas, Caca Kerap Disiksa Ibu Angkatnya)

Dia menjelaskan, bahwa kasus Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh ibu angkatnya saat ini dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

 aniaya

Sementara disisi lain, Paur Humas Polresta Depok Ipda I Made Budi membenarkan pelimpahan berkas tersebut. Soal keberadaan pelaku dia mengaku saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.

"Belum ditangkap sekarang masih ditangani unit PPA Polresta Depok. Doakan secepatnya pelaku bisa tertangkap," tutupnya.

 (Baca juga: Selain Disiram Air Keras dan Disiksa, Caca Juga Dijadikan Pembantu Ibu Angkatnya)

Diberitakan sebelumnya, Seorang bocah wanita bernama Salsabila atau kirab disapa Caca mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh diduga akibat disiksa dengan cara disiram air panas oleh ibu angkatnya bernama Cantika.

Anggara tetangga korban mengatakan kejadian ini diketahui warga lainya Ismi ketika korban Caca sedang berjemur di halaman depan rumah dengan kondisi luka-luka hingga kulinya terkelupas di jalan H Limun RT01/RW02 Pangkalanjati, Cinere, Depok, Jawa Barat. Ismi menduga jika Caca berjemur untuk mengeringkan luka bakar yang dideritanya.

"Jadi yang tinggal disebelah rumah korban Ismi melihat korban Caca sedang berjemur dihalaman kemudian di videoin dan ngasih tau ke tetangga lainya," kata Anggara.

Merasa heran dengan luka yang di alami bocah berusia 10 tahun itu, Ismi kemudian memanggil korban kerumahnya dan menanyakan penyebab luka di sekujur tubuh. Namun merasa takut dan terancam Caca enggan memeberkan dan selalu berkelit.

"Korban Caca, gak mau ngaku awalnya kayanya sudah diancam soalnya tapi namanya anak-anak akhirnya dia ngaku kalo dianiaya oleh ibunya," ujarnya.

 aniaya

Dari pengakuan korban ketika ditanya warga, kejadian penyiksaan ini bukan baru sekali, sebelumnya korban pernah mengalami penyiksaan oleh sang ibu angkat menggunakan chasan handpone pertable dan gagang jemuran.

"Sebelum disiram air panas, korban Caca pernah disiksa juga denagn di pukul pakai gagang jemuran dan dilempar powerbank," ucapnya.

Lanjut Anggara, usai warga meminta keterangan korban kemudian langsung dibawa ke Puskesmas terdekat, akan tetapi luka parah yang diderita korban lalu pihak Puskesmas merujuknke RS Fatmawati Jakarta Selatan.

"Sudah dibawa ke RS Fatmawati setelah di Puskesmas tidak tertangani karena memang luka bakarnya cukup parah," ujarnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini