Share

Pasar Boplo yang Hanya Menyisakan Kenangan

Fadel Prayoga, Okezone · Selasa 04 Juni 2019 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 03 338 2063469 pasar-boplo-yang-hanya-menyisakan-kenangan-ugQkgMpLLJ.jpg Gedung De Bouwploeg yang kini jadi Masjid Cut Meutia (Foto: Istimewa)

PASAR Gondangdia yang letaknya berseberangan dengan stasiun kereta api di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dulu namanya bukan itu. Adalah Boplo, nama yang begitu dikenal sampai era 80-an yang kini tinggal kenangan lantaran gedungnya pun sudah ludes terbakar.

Boplo berasal dari bahasa Belanda, Bouwploeg, yang punya arti tempat penjualan alat-alat bajak dan pengolah pertanian. Bila diintip dari sejarahnya, Bouwploeg sangat erat kaitannya dengan cikal bakal kawasan Menteng.

De Bouwploeg adalah sebuah perusahaan yang memberikan jasa perumahan mewah di kawasan Menteng dan Gondangdia. Di gedung yang kini menjadi Masjid Cut Mutia, Jakarta Pusat, Moojen selaku Direktur Utama NV de Bouwploeg membangun Menteng dengan menjadikannya sebagai kota taman pertama meniru kawasan Minerva (laan) di Amsterdam.

Kebakaran Pasar Boplo pada 2012 silam

Kebakaran Pasar Boplo pada awal 2012

(Baca Juga: Asal-Usul Nama Kawasan Cawang di Jakarta)

Nama Boplo diberikan orang pribumi untuk menyebut nama daerah gedung De Bouwploeg guna mempermudah penyebutannya. Hingga nama Boplo hanya tersisa untuk pasar yang kini dinamai Pasar Gondangdia.

Pada 2012, pasar tersebut pun terbakar dan nama Boplo tinggal kenangan. Sisa-sisa nostalgia pasar Boplo, kini melekat pada produk-produk kaki lima yang sempat besar bersama kejayaan Ppsar tesebut.

Adalah toko roti legendaris β€˜Lauw’ yang tokonya ini masih bertahan dengan keaslian bangunannya. Pabrik pembuatan roti pun masih dipertahankan di bagian belakang toko.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini