Share

Meriam Si Jagur Tinggalkan Misteri Kesuburan Wanita

Edi Hidayat, Okezone · Jum'at 07 Juni 2019 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 07 338 2064317 meriam-si-jagur-tinggalkan-misteri-kesuburan-wanita-AprMlYYwOz.jpg Meriam Si Jagur (Foto: Utami/Okezone)

JAKARTA - Kota Tua di kawasan Jakarta Barat masih menjadi bukti sejarah besarnya Jakarta di masa lalu. Dengan panjang sekira 3,8 meter, meriam ini memiliki bobot yang berat, yakni 3,5 ton dan terbuat dari perunggu.

Dari beberapa sumber, banyak cerita unik dari keberadaan meriam peninggalan kerajaan Portugis tersebut. Seperti banyak yang meyakini jika dengan menaiki atau sekedar mengelus-elus meriam itu dapat membuat wanita yang menginginkan anak bisa hamil.

Meriam tersebut merupakan kumpulan dari 16 meriam ukuran kecil yang dilebur dan menjadi satu meriam besar. Ini berdasarkan tulisan di bagian punggung meriam bertuliskan latim Ex Me Ipsa Renata Sum yang artinya, dari diriku sendiri aku dilahirkan.

Bentuk pada salah satu ujungnya berbeda dari meriam yang lain. Ujung Meriam Si Jagur berbentuk sebuah kepalan tangan, seperti tangan perempuan lengkap dengan gelang.

Kepalan tangan tersebut pun berbeda dengan kepalan tangan pada umumnya. Pasalnya, dalam kepalan tersebut, posisi ibu jari diapit di antara jari telunjuk dan jari tengah.

Beberapa masyarakat di Indonesia menganggap isyarat ini sebagai hal yang tabu. Bagi masyarakat lainnya, bentuk tangan Si Jagur ini melambangkan suatu kesuburan.

Baca Juga: Asal-Usul Nama Pasar Senen dan Sejarahnya

Meriam

Si Jagur sempat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Sewaktu diletakan dekat Jembatan Kota Intan, meriam tersebut selalu didatangi peziarah yang membakar kemenyan dan kembang di sekitar si Jagur.

Hingga kini, banyak warga yang percaya kalau meriam tersebut bisa mengabulkan permintaan keluarga yang belum memiliki anak. Namun ini hanyalah mitos yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Hingga pada tahun 1968, si Jagur dipindahkan ke Museum wayang dan pada tahun 1974 dipindahkan ke Museum Fatahillah. Keberadaannya kini justru dinilai sebagai salah satu benda bersejarah yang ukurannya paling besar di Kawasan Kota Tua. Meriam ini pun kini menjadi salah satu titik favorit untuk berfoto.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini