nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Sabeni si Pendekar Legendaris Betawi dari Tanah Abang

Rabu 12 Juni 2019 15:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 12 338 2065634 kisah-sabeni-si-pendekar-legendaris-betawi-dari-tanah-abang-CYfKVvGTJA.jpg Ilustrasi Sabeni pendekar silat Betawi dari Tanah Abang. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sabeni adalah seorang pendekar legendaris Betawi dari kawasan Tanah Abang. Ia dikenal khalayak ramai pada masa Perang Dunia II.

Mengutip dari Ensiklopedia Jakarta, Rabu (12/6/2019), Sabeni lahir di wilayah Kebon Pala, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sekira 1860. Sabeni merupakan anak dari pasangan Hannam dan Piyah.

Sabeni dikenal memiliki jurus silat andalan yakni Kelabang Nyebrang dan Merak Ngigel. Jurus-jurus aliran Sabeni terkenal dengan gaya gerak tangan yang sangat cepat.

Jurus silat Sabeni merupakan aliran yang mengutamakan penyerangan. Jurus-jurusnya murni bela diri, tidak ada perpaduan apa pun.

(Baca juga: Murtado Jago Silat Betawi Si Macan Kemayoran)

Ilustrasi Sabeni. (Foto: sportourism)

Nama Sabeni mulai dikenal masyarakat luas setelah berhasil mengalahkan seorang jagoan berjuluk Macan Kemayoran ketika hendak melamar putrinya untuk dijadikan istri. Peristiwa inilah yang membuat Sabeni dari Tanah Abang menjadi tersohor di Betawi.

Kehebatan lain Sabeni tampak ketika berhasil menaklukkan secara telak seorang jago kuntau dari China yang sengaja didatangkan pejabat Belanda bernama Tuan Danu. Jagoan kuntau tersebut dihadirkan untuk menghalangi Sabeni melatih para pemuda Betawi maen pukulan.

Sabeni biasa melatih para pemuda hampir ke seluruh wilayah Jakarta. Ia biasa mendatangi lokasi-lokasi itu dengan berjalan kaki.

(Baca juga: Sejarah Masjid "Si Pitung" Al-Alam Marunda)

Ilustrasi Jalan Sabeni Tanah Abang. (Foto: sabenitenabang)

Ketika meninggal dunia pun pada Jumat 15 Agustus 1945 atau dua hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Sabeni didampingi anak-anak dan murid-muridnya. Sabeni wafat dalam usia 85 tahun.

Jenazah Sabeni dimakamkan di Jalan Kuburan Lama, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kemudian untuk mengenang jasa-jasanya bagi masyarakat Betawi, dan penghargaan atas perjuangan salah satu anaknya yakni Muhammad Ali Sabeni, nama Jalan Kuburan Lama diubah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi Jalan Sabeni.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini