nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapten Curanmor Sadis Jaringan Lampung Timur Diringkus saat Hadiri Undangan Pernikahan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 15 Juni 2019 14:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 15 338 2066787 kapten-curanmor-sadis-jaringan-lampung-timur-diringkus-saat-hadiri-undangan-pernikahan-lFJZFa808T.jpg Konferensi pers penangkapan pencuri motor (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya meringkus tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) jaringan Lampung Timur. Kelompok yang sehari-hari beroperasi di Pondok Gede, Bekasi ini dikenal sadis dalam menjalankan aksinya.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan dalam penangkapan itu penyidik menciduk tiga orang tersangka, yakni Junaedi, Hengky dan Agus. Berdasarkan penyidikan, diketahui bahwa jaringan ini dikomandoi oleh Agus sebagai kapten.

 Baca juga: 5 Kali Beraksi, 3 Pelaku Curanmor di Tangerang Ditangkap

"Berawal dari laporan polisi dari Polres Bekasi bulan September 2018 dan Oktober 2018 ada dua laporan polisi. Kemudian curanmor ini oleh Subdit Resmob kemudian dilakukan penyelidikan," kata Argo dalam jumpa pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (15/6/2019).

Agus sendiri ditangkap setelah dilakukan penangkapan dua tersangka Junaedi dan Hengky di Lampung Timur. Setelah pengembangan, Agus diringkus ketika menghadiri acara kawinan dari saudaranya.

 Baca juga: 2 Bandit Spesialis Curanmor Didor Polisi di Serang

"Agus ada di tempat kawinan saudaranya. Kemudian penyidik datangi dan lakukan penangkapan. Tsk ini kaptennya Agus," ujar Argo.

Kendati begitu, Argo menyebut, Agus harus ditembak mati oleh petugas lantaran berusaha kabur dan membahayakan nyawa dari anggota kepolisian.

Kelompok ini terbilang sadis. Pasalnya dalam setiap melakukan pencurian motor di parkiran ruko dan perkantoran, mereka tak segan-segan melukai para korban ataupun orang yang berusaha menggagalkan aksinya tersebut.

 Baca juga: Nyolong Motor, 4 Tukang Parkir Liar di Ciputat Tangsel Ditangkap

"Agus setiap kegiatan bawa senjata api rakitan dimasukan dalam tas. Ada golok dan senjata tajam lainnya juga dikelompok mereka," ucap Argo.

Berdasarkan keterangan dari para tersangka, dikatakan Argo, kelompok ini setidaknya dalam sehari berhasil menggasak enam sampai tujuh motor dikawasan Pondok Gede, Bekasi.

"Setelah kami tanya sehari sehari dapat 7 sampai 6 kendaraan. Kurang lebih setahun ada ratusan lebih motor," tutur Argo.

Meskipun begitu, Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya belum berhasil 100 persen dalam mengungkap jaringan ini. Mengingat, masih ada dua orang lainnya yang berhasil kabur, yaitu John dan Ujang.

"2 lagi DPO yaitu John dan Ujang sekarang lagi pengejaran penyidik," kata Argo.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 363 KUHP Juncto Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951. Dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun kurungan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini