nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upacara HUT Ke-492 DKI, Anies Bahas 'Wajah Baru Jakarta'

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 09:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 22 338 2069542 upacara-hut-ke-492-dki-anies-bahas-wajah-baru-jakarta-7Ee04lNuB6.jpg Gubernur Anies Baswedan memotong tumpeng syukuran HUT ke-492 DKI Jakarta. (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA – Upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-492 DKI Jakarta digelar pagi ini di Lapangan Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Dalam upacara ini Gubernur Anies Rasyid Baswedan bertindak sebagai inspektur upacara.

Anies hadir didampingi sang istri Fery Farhati Ganis. Terlihat pula Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edy Marsudi.

(Baca juga: Peristiwa 22 Juni: Selamat Ulang Tahun Ke-492 Jakarta!)

(Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

Ketika memberikan sambutan, Anies mengatakan mengenai 'Wajah Baru Jakarta' di usia 492 tahun. Ia berharap Ibu Kota menjadi daerah yang maju tanpa melupakan kebudayaan yang selama ini melekat.

"Apa itu Wajah Baru Jakarta? Jakarta yang baru nan modern tapi tak melupakan akar budayanya. Perubahan yang diputarkan adalah kemajuan di mana kotanya terlihat maju. Kota yang menjanjikan kemajuan, kota yang bisa tumbuh sejajar dengan kota metropolitan lainnya di dunia," ujar Anies di lokasi upacara, Sabtu (22/6/2019).

"Perubahan Wajah Baru Jakarta bukan hanya yang sifatnya permukaan, Wajah Baru Jakarta bukan hanya pembangunan fisik tata, tentang program, regulasi, dan kebijakan yang adil," tutur Anies.

"Wajah Baru Jakarta bukan hanya moda transportasi modern, trotoar lebat; namun Wajah Baru Jakarta adalah tentang fasilitas publik yang bebas digunakan kebudayaan dan kegamaan, tentang pemberian pajak bagi yang berjasa bagi warga dan negara," lanjut Anies.

(Baca juga: Ada Rangkaian HUT Ke-492 Jakarta, Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup pada 21 & 22 Juni)

(Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pasca-pesta demokrasi diharapkan seluruh jajaran pimpinan di DKI Jakarta dapat bekerja dengan membawa terobosan untuk kemajuan kota.

"Jakarta sebagai kota yang dibanggakan, ibu kota, bukan penguasa. Sejarahnya tentang warganya, mereka yang tidak di panggung-panggung tapi juga membuat kota hidup seperti ini. Kita semua yang membawa simbol, mari kita apreasi ke masyarakat Betawi yang sudah menjadi penyedia platform persatuan di kota ini," tutur Anies.

Usai upacara, Anies dan Prasetyo Edy memotong tumpeng yang telah disediakan di atas panggung. Ia pun memberikan potongan tumpeng pertama ke salah satu tokoh masyarakat Jakarta yakni Nachrowi Ramli.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini