nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anies Sebut Reklamasi Bukan Pulau, Nasdem DKI : Coba Lihat Definisinya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 15:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 24 338 2070227 anies-sebut-reklamasi-bukan-pulau-nasdem-dki-coba-lihat-definisinya-Qwu9KIEemS.jpg Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus tak setuju dengan pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang menyatakan bahwa reklamasi adalah pantai bukan pulau.

Ia menyarankan agar orang nomor satu di Ibu Kota itu untuk melihat definisi pulau di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasarkan penelusuran di KBBI arti pulau adalah tanah yang dikelilingi air. Sementara, pantai ialah perbatasan daratan dengan laut.

 Baca juga: Gubernur Anies Sebut Reklamasi Bukan Pulau tapi Pantai

"Saya sarankan untuk Pak Anies lihat KBBI aja," kata Bestari di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Ia menilai reklamasi itu adalah sebuah pulau, karena itu merupakan sebidang tanah yang terpisah antara air dengan daratan.

 Baca juga: Soal IMB di Pulai Reklamasi, Walhi: Anies Punya Pilihan untuk Tidak Melanjutkan

"Sudah jelas itu kan pulau terpisah antara daratan dengan air," kata dia.

 Anies Baswedan (Okezone)

Sebelumnya, Anies menyinggung soal reklamasi yang belakangang menuai pro kontra di masyarakat saat menghadiri acara halal bihalal bersama Caleg Gerindra DKI. Anies menegaskan bahwa reklamasi adalah pantai bukan pulau.

"Dari reklamasi saja, disebutnya pulau reklamasi. Tidak ada pulau, yang disebut Pulau itu adalah daratan yang terbentuk proses alami. Kalau daratan yang dibuat manusia itu namanya pantai, bukan pulau," ucap Anies di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, kemarin.

 Baca juga: Bang Yos Tak Persoalkan Reklamasi asal Amdalnya Tidak Direkayasa

Ia pun menyontohkan sejumlah pantai di Jakarta yakni Pantai Indah Kapuk, Pantai Mutiara, dan Pantai Ancol yang merupakan pantai hasil reklamasi.

"Coba, kita terlanjur menyebutnya pulau, ini hal sederhanakan. Kalau kita tidak punya pemahaman yang benar, nanti terjebak-jebak tuh di doorstop, diskusi," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini