nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gadis di Tangerang Tewas Terikat Tali, Ternyata Pelaku Tunangannya

Hambali, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 17:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 24 338 2070299 gadis-di-tangerang-tewas-terikat-tali-ternyata-pelaku-tunangannya-lZV9rSxMpF.jpg Polres Tangsel konferensi pers mengenai pengungkapan pembunuhan gadis yang mayatnya ditemukan terikat di Mapolres Tangsel, pada Senin (24/6/2019). (Foto : Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN – Polisi berhasil mengungkap misteri tewasnya gadis belia bernama Fifi Sri Lestari (17) di semak-semak dekat danau bekas galian pasir, Kampung Babat, RT01 RW01, Desa Babat, Legok, Kabupaten Tangerang.

Korban pertama kali ditemukan tewas dalam posisi tertelungkup pada Jumat, 21 Juni 2019, sekira pukul 14.00 WIB. Bagian leher, tangan, dan kaki korban diikat menggunakan tali plastik warna hijau.

Kondisi fisiknya terlihat cukup mengenaskan. Di tubuh wanita itu didapati beberapa luka dan memar bekas aksi kekerasan.

Namun, tak ada identitas apapun ditemukan dari jasad korban. Hal ini sempat membuat polisi kesulitan mengungkap peristiwa pembunuhan tersebut.

"Awalnya dari petugas kesulitan mengungkap identitas korban sehingga dibuatlah sketsa dari korban ini, lalu menyebarluaskannya ke masyarakat. Siapa tahu ada yang mengenalnya. Hingga akhirnya dari sketsa ini didapat identitas korban," kata Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan kepada wartawan, Senin (24/6/2019).

Polres Tangsel konpres penungkapan gadis yang ditemukan tewas terikat di Mapolres Tangsel, Senin (24/6/2019). (Hambali)

Selanjutnya, petugas terus melakukan penyelidikan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), didapat keterangan dari sejumlah saksi. Dikatakan Ferdy, petugas lantas mendapatkan petunjuk dari penyelidikan itu bahwa pelaku pembunuhan merupakan orang dekat korban.

"Setelah didapat identitas dari korban, penyidik kemudian menggelar olah TKP dan mengidentifikasi siapa tersangkanya. Didapat kuat dugaan, yang melakukan adalah orang yang dekat dengan korban," ucap Ferdy.

Kecurigaan pun mengarah kepada tunangan korban, bernama Jakaria (18). Saat proses penyelidikan awal, Jakaria bersama keluarga korban turut mendatangi Polsek Legok untuk dimintai keterangan. Seolah tak bersalah, ketika itu Jakaria menunjukkan rasa dukanya melihat sang kekasih ditutup kain kafan.

"Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku bahwa terakhir saat peristiwa itu sedang berada di tempat lain. Tapi saat dikroscek, keterangannya terindikasi bohong semua," katanya.

Jakaria tak bisa mengelak saat alibinya dikonfrontasi dengan bukti-bukti yang ada. Diantaranya adalah hasil cek laboratorium pada bagian kuku korban, di mana terdapat bekas kulit yang teridentifikasi sebagai bagian dari anggota tubuh milik Jakaria.

"Ketika dilakukan cek fisik pada tersangka, terdapat luka cakaran. Setelah dicek sisa daging pada kuku korban, ternyata ada bagian (kelupasan) daging dari tersangka ini," ujar Ferdy.

Mayat. (Foto: Shutterstock)

Setelah terdesak, barulah pada Sabtu 22 Juni 2019, sekira pukul 04.00 WIB Jakaria mengakui telah menghabisi nyawa tunangannya sendiri. Pembunuhan itu dipicu percekcokan keduanya di dalam mobil merek Honda CRV yang dikendarai Jakaria.


Baca Juga : Gadis Belia yang Tewas Terikat Tali di Tangerang Korban Pembunuhan

"Mereka cekcok di dalam mobil lalu terjadilah kekerasan itu di mana tersangka mencekik bagian leher korban hingga meninggal dunia," tutur Ferdy.

Atas perbuatannya, Jakaria dijerat Pasal 84 ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014, tentang Perlindungan Anak (PA) dan atau Pasal 340 KUHP, dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman penjara seumur hidup.


Baca Juga : Tim Vipers Berhasil Ungkap Misteri Mayat Wanita yang Ditemukan Terikat di Tangerang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini