nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Bimbel Sodomi Siswa Puluhan Kali di Tangsel, Pengakuannya Mengejutkan

Hambali, Jurnalis · Sabtu 29 Juni 2019 02:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 29 338 2072416 guru-bimbel-sodomi-siswa-puluhan-kali-di-tangsel-pengakuannya-mengejutkan-vaPlaSW8RX.jpg Polisi merilis kasus sodomi dilakukan guru bimbel di Tangerang Selatan (Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Oknum mahasiswa yang juga merangkap guru bimbingan belajar (Bimbel) bernama Imam Baihaki, diringkus unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Imam dijadikan tersangka atas praktik sodomi terhadap bocah berinisial DEA, siswa SMP yang menjadi murid bimbelnya sendiri. Perbuatan itu, dilakukan Imam setiap kali mendatangi korban di rumah untuk memberikan les mata pelajaran.

Pengawasan yang lemah dari keluarga korban, ditambah lagi kondisi rumah yang sepi membuat pelaku predator anak ini leluasa melampiaskan penyimpangan seksnya. Tak tanggung-tanggung, praktik sodomi terhadap korban telah berlangsung selama sekira 1 tahun lamanya.

"Selama hampir setahun itu korban disodomi. Dari visum terungkap, ada sobek di anus korban," ujar Kompol Arman, Wakapolres Tangsel kepada wartawan, Jumat (28/6/2019).Ilustrasi

Perbuatan bejat Imam baru terungkap setelah DEA mengeluh kepada orangtua jika bagian anusnya terasa sakit dan perih. Begitu dicek, rupanya terdapat kerusakan signifikan. Barulah kemudian, bocah malang itu bercerita tentang kelakuan sang guru saat mengajar si rumah.

"Hasil visum menunjukkan ada kerusakan pada bagian anus korban," ucap Arman.

Begitu mendapat laporan itu, tanpa waktu lama petugas berhasil meringkus pelaku. Setelah diinterogasi, rupanya pelaku tak mengingat dengan pasti berapa kali dia menyodomi DEA, terhitung sejak Juli 2017 hingga bulan Mei 2018.

"Tersangka tidak ingat, sudah puluhan kali. Setiap pertemuan private korban kerap dicabuli," sambungnya.

Dari penyelidikan, petugas memeroleh informasi mengejutkan dari tersangka. Di mana disebutkan, bahwa apa yang dilakukannya merupakan efek psikologis dari pengalaman masa lalu yang menjadikannya sebagai korban pencabulan.

"Tersangka melakukan pencabulan itu karena gangguan psikologis. Saat kecil tersangka (mengaku) juga menjadi korban pencabulan. Tetapi ini (pengakuan pelaku) masih kami dalami," lanjutnya.

Dikatakan Arman, sejauh ini korban sodomi oleh pelaku baru diketahui hanya DEA. Namun tak menutup kemungkinan, ada korban lain yang juga diperlakukan sama oleh pelaku. Petugas sendiri, hingga kini terus mengembangkan keterangan-keterangan yang berkaitan dengan penyimpangan seks pelaku.

"Kepada para korban, silakan datang melapor. Karena tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya. Kami tunggu laporan selanjutnya," ucapnya.

Atas perbuatannya, Imam Baihaki dijerat tindak pidana pencabulan terhadap anak, sebagaimana dijelaskan Pasal 82 Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini