nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Kekeringan, BMKG Imbau Warga Jakarta Bijak Gunakan Air

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 02:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 04 338 2074808 antisipasi-kekeringan-bmkg-imbau-warga-jakarta-bijak-gunakan-air-aZB8RJfUa9.jpg ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga DKI Jakarta untuk bijak menggunakan air. Imbauan itu disampaikan sebagai langkah antisipasi kekeringan menyusul musim kemarau yang akan berlangsung hingga September 2019 mendatang.

"Antisipasi kekeringan yang dapat dilakukan oleh masyarakat bijak dalam penggunaan air bersih, lebih hemat dan cermat," kata Kepala Staf Sub Bidang Analisis Informasi Iklim BMKG Pusat, Adi Ripaldi, dilansir dari Antaranews, Kamis (4/7/2019).

Menurut dia, kemarau di wilayah DKI Jakarta telah dimulai dari bulan Mei dan akan memasuki puncaknya pada bulan September hingga Oktober. Hasil monitoring Hari tanpa hujan (HTH) wilayah DKI Jakarta sebagian besar wilayah mengalami HTH kriteria panjang yakni 21 sampai 30 hari.

Baru dua wilayah yang termonitor berstatus siaga karena HTH sangat panjang yakni 31 sampai 60 hari tidak ada hujan yakni Rawa Badak dan Rorotan.

Monitoring HTH dilakukan untuk mengetahui wilayah mana saja yang tidak mengalami hujan terhitung sejak April.

"Jika 21 sampai 30 hari tidak ada hujan, artinya dari sisi suplai air (curah hujan) sudah sangat berkurang, kalau dampak lanjutannya bisa bermacam-macam, tergantung permasalahannya," tuturnya.

Kekeringan di Cirebon

Dia menambahkan, jika warga menggunakan air sumur, dengan periode ini maka sumur tersebut terancam kekeringan, mengingat sudah sebulan tidak turun hujan. Hujan lokal yang diprediksi terjadi di beberapa wilayah hari ini, juga tidak turun secara signifikan, sehingga belum terhitung hujan.

Ripaldi menyebut bahwa periode kemarau di Jakarta belum selesai sehingga masyarakat diimbau waspada. Kemarau ini belum terlalu berdampak karena wilayah Jakarta bukan sentra pertanian, sebagian besar warga Jakarta menggunakan air PDAM. Tetapi kemarau juga bisa memengaruhi pasokan air baku perusahaan air minum yang sebagian besar sumber air memanfaatkan air dari atas (hujan).

Menurut dia, perlu juga dilakukan antisipasi seperti yang dilakukan oleh Australia yang mengimbau warganya tidak boleh mencuci mobil selama musim kemarau ekstrem terjadi.

"Barangkali gerakan ini juga bisa dilakukan. Kebutuhan air yang lain cermat betul," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini