Razia Keimigrasian di Tangerang, 11 WNA Kocar-Kacir hingga Sembunyi di Loteng

Hambali, Okezone · Kamis 11 Juli 2019 23:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 11 338 2077780 razia-keimigrasian-di-tangerang-11-wna-kocar-kacir-hingga-sembunyi-di-loteng-2ffUowkPNt.png WNA asal Nigeria yang diamankan petugas (foto: ist)

TANGERANG - Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) dibantu pihak terkait mengamankan 11 Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai lokasi di daerah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Para WNA yang diamankan itu umumnya berasal dari Nigeria, Senegal, dan Maldives. Mereka diduga kuat menyalahi ketentuan keimigrasian yang berlaku seperti melewati ijin tinggal (Overstay), atau bahkan tak memiliki paspor.

Para petugas gabungan bergerak mendatangi apartemen di Serpong, kawasan kos-kosan di Cluster Allogio, Summarecon Serpong, Kamis (11/7/2019). Target mereka adalah memeriksa informasi adanya WNA yang diduga menyalahi keimigrasian.

Begitu melihat kedatangan petugas, rupanya sejumlah WNA langsung bereaksi. Mereka berhamburan kocar-kacir menyelamatkan diri. Bahkan beberapa diantaranya, tepergok sembunyi naik ke bagian loteng rumah.

 Penangkapan

Setelah diperingatkan, barulah mereka akhirnya menyerah dan turun dari loteng. Lantas petugas membawanya ke kantor imigrasi guna dicek kelengkapan administrasi dan ijin tinggal yang dimiliki.

Kepala Kantor Imigrasi Tangerang, Herman Lukman menerangkan, pengawasan terhadap orang asing di wilayahnya merupakan kegiatan rutin untuk tertib keimigrasian.

"Saat ini kantor Imigrasi telah melakukan debirokratisasi, dalam memberikan kemudahan pelayanan keimigrasian berupa visa, izin tinggal, pengawasan dan sebagainya. Maka dengan operasi ini kita ingin WNA tertib," katanya kepada wartawan di lokasi.

Menurut dia, dalam operasi yang dilakukan sejak pagi hingga sore, tercatat ada 11 WNA asal Senegal, Nigeria dan Maldives yang diciduk. Jika kedapatan menyalahi ketentuan, maka pihaknya tak segan-segan untuk mendeportasi.

"11 orang ini kita amankan dari 4 tempat berbeda, di kawasan permukiman di Apartemen di Serpong 4 WNA dan kawasan kos-kosan Allogio, Sumarecon Serpong 7 WNA," jelas Herman.

"Ini kita bawa dulu, akan diperiksa di kantor. Namun pada umumnya adalah overstay. Tadi sempat ada yang berusaha kabur hingga lari ke loteng, tapi 7 orang yang dari kos-kosan di Allogio bisa kami amankan. Ada yang kita dobrak juga kamarnya," sambungnya. 

 penangkapan

Menurut Herman, kalau WNA yang diamankan ternyata memiliki paspor namun melanggar keimigrasian, maka akan segera dideportasi secara bertahap.

Namun sebaliknya, jika tidak ada paspor maka mereka dipulangkan ke negara asal dengan berkoordinasi melalui Kedutaan negara yang bersangkutan.

"Bisa kita pulangkan dengan berkoordinasi lebih dulu dengan kedutaan besarnya," ungkap dia.

Dibeberkan Herman, sebenarnya Timpora melakukan razia serupa di Kota Tangerang. Sebanyak 31 WNA diamankan, 10 diantaranya diketahui tak memiliki dokumen lengkap keimigrasian.

"Sisanya kita pulangkan secara bertahap," tandasnya.

Sementara itu, penghuni kos-kosan Allogio yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, bahwa ada banyak WNA yang tinggal di kos-kosan Allogio. Mereka dilaporkan sudah cukup lama menyewa kos di lokasi itu.

"Kalau WNA sepertinya asal Nigeria itu banyak, harusnya lebih dari 7 orang,” tandas sumber tersebut.

Pihak keamanan Cluster Allogio Sumarecon Serpong, mengakui banyaknya WNA yang bermukim di sana. Sayangnya, para WNA ilegal itu luput dari pengawasan lingkungan setempat.

“Banyak, rata rata dari Nigeria, tadi tidak ada kordinasi ke kami, kalau ada kordinasi harusnya lebih dari itu (7WNA). Bilangnya sih laporan warga. Mereka pesan kos secara online, jadi kita enggak tahu mereka siapa, dari mana," tutupnya. (wal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini