nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cemburu Berujung Pertengkaran Bikin Suami Istri di Jakarta Pusat Jadi Janda & Duda

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 20:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 15 338 2079271 cemburu-berujung-pertengkaran-bikin-suami-istri-di-jakarta-pusat-jadi-janda-duda-mx421CWamL.jpg Ilustrasi Perceraian (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dalam setiap membangun rumah tangga, perceraian memang sesuatu hal yang tak bisa dihindarkan. Setiap perceraian yang dialami oleh sepasang suami-istri juga dikarenakan berbagai macam penyebab.

Berdasarkan data yang diterima Okezone dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat, alasan masyarakat di Jakarta Pusat yang bercerai paling banyak dikarenakan perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus.

"Iya penyebabnya rata-rata memang begitu. Perselisihan dan pertengkaran itu kan banyak juga macamnya. Cemburu juga bisa menyebabkan perselisihan terus," ujar Panitera Hukum Gunadi, Senin (15/7/2019).

Di Jakarta Pusat sendiri, jumlah penyebab perceraian dengan alasan perselisihan dan pertengkaran hingga bulan Juni 2019 mencapai 235 kasus.

Angka tersebut juga tak berbeda jauh jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, dari Januari hingga Juni 2018, penyebab perceraian karena perselisihan dan pertengkaran sebanyak 260 kasus.

Cerai

Baca Juga: Perceraian di Jakarta Pusat Meningkat, Ada 850 Kasus Sepanjang 2019

Perselisihan dan pertengkaran masih menjadi penyebab utama paling banyak warga Jakarta Pusat bercerai. Setelahnya, terdapat faktor ekonomi yang menyebabkan warga Jakarta Pusat bercerai.

Terhitung sejak Januari hingga Juni 2019, penyebab perceraian di Jakarta Pusat yang dikarenakan faktor ekonomi sebanyak 154 kasus. Pada Juni 2018 pun tercatat penyebab cerai karena faktor ekonomi sebanyak 215.

Pengadilan Agama Jakarta Pusat sendiri mengkategorikan penyebab perceraian menjadi 13 kategori, yakni zina, mabuk, madat, judi, meninggalkan salah satu pihak, dihukum penjara, poligami, KDRT, cacat badan, perselisihan, kawin paksa, murtad, dan ekonomi.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini