nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bambu Getah Getih Dibongkar, Fraksi PDIP DKI: Mubazir!

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 14:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 18 338 2080558 bambu-getah-getih-dibongkar-fraksi-pdip-dki-mubazir-tgCDW3JpYa.jpg Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono (Foto: iNews)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai pembongkaran instalasi bambu "Getah Getih" di dekat Bundaran Hotel Indonesia (HI) mubazir. Karya seni yang dipajang dalam rangka menyambut Asian Games 2018 itu sendiri dibongkar lantaran sudah rapuh.

"Yang pertama mubazir," kata Gembong saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Kemudian, kata Gembong, rencana pemasangan karya seniman Joko Avianto itu pun sebelumnya telah ditanyakan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, apakah bisa bertahan lama atau tidak. Dijawab tahan lama karena diklaim ada alat yang bisa membuat bambunya tahan lama.

"Tapi itu karena barang seni, maka waktu itu oke saja kita apresiasi. Tapi kalau faktanya sekarang sudah dibongkar artinya fakta apa yang sekarang disampaikan tidak sesuai," ujarnya.

Baca Juga: Sudah Rapuh, Instalasi Bambu Getah Getih di Bundaran HI Dibongkar 

Instalasi Getah Getih

Menurut Gembong, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta boleh saja memberikan apresiasi khususnya pada seniman Jakarta. Namun, harus hati-hati, apalagi yang berkaitan dengan anggaran.

"Sudah pasti (penggunaan anggaran), itu harus hati-hati kan duit rakyat tidak sedikit. Bahwa saat itu kita berikan apresiasi kepada gubernur untuk menghidupkan kreativitas seni untuk ditampilkan di DKI Jakarta ya tapi harus proporsional," ujarnya.

Sebelumnya, seniman bambu "Getah Getih" Joko Avianto menanggapi ihwal pembongkaran karya seni miliknya yang dipajang di dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat. Joko tak heran dengan adanya pembongkaran tersebut.

Menurutnya, karyanya itu memang sudah diperkirakan hanya bertahan 6 bulan. Meski pun pada pelaksanannya bambu itu sendiri dipajang selama 11 bulan atau hampir 1 tahun sejak pemasangannya pada 16 Agustus 2018.

"Karena karya ini memang karya yang sifatnya buat festival. Kan kemarin itu menghadapi Asian Games kan dan 17 Agustus tahun lalu," kata Joko saat dikonfirmasi wartawan.

Baca Juga: Seniman Bambu Getah Getih: Diperkirakan Bambu Hanya Kuat 6 Bulan 

Dia menjelaskan, bambu tersebut sangat bervariatif kekuatannya bergantung pada kondisi cuaca mengingat karakter bambu sendiri yang memang menyerap air dan udara. Joko membandingkan karyanya itu dengan yang dipasang di Jerman yang lebih tahan lama.

"Kalau pengalaman saya dan di kota-kota lain yang lingkungannya enggak polutif itu akan lebih lama. (Kalau dibandingin yang di Jerman) lebih cepat rusak yang di Jakarta," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini