Sungai Cileungsi Kembali Berwarna Hitam Pekat dan Bau Menyengat

Fetra Hariandja, Okezone · Sabtu 20 Juli 2019 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 20 338 2081470 sungai-cileungsi-kembali-berwarna-hitam-pekat-dan-bau-menyengat-yeRsZS4Kfk.jpg Sungai Cileungsi Kembali Berwarna Hitam Pekat dan Bau Menyengat (Dokumentasi: KP2C

JAKARTA - Beberapa hari ini Sungai Cileungsi kembali berwarna hitam pekat dengan bau menyengat. Warga sekitar bantaran sungai mengeluhkan kondisi ini.

“Semalam baunya begitu menyengat dan pagi ini sedikit mereda,” keluh Lisa, warga Villa Nusa Indah 5, yang lokasi rumahnya tak jauh dari bibir sungai Cileungsi, tepatnya di seputar kawasan Curug Parigi, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/7/2019).

Baca Juga: Cari Sumber Masalah Pencemaran Kali Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kebingungan 

Sungai Cileungsi Kembali Berwarna Hitam Pekat dan Bau Menyengat (Dokumentasi: KP2C)

Dari pantauan Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, diakui bahwa sungai benar-benar berwarna hitam.

“Hitam pekat dan baunya menyengat, sampai saya harus memakai masker,” kata Puarman seraya menunjukkan pekatnya air sungai yang baru saja diambilnya dan dimasukkan ke dalam gelas air mineral.

Melalui pesan berantai media sosial, termasuk WhatsApp, warga memviralkan kondisi tersebut dan sekaligus melaporkan ke KP2C.

“Atas aduan warga, saya mengecek langsung ke lokasi, di antaranya ke Jembatan Cikuda Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dan wilayah Curug Parigi di Vila Nusa Indah 5, perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi,” urai Puarman.

Sungai Cileungsi Kembali Berwarna Hitam Pekat dan Bau Menyengat (Dokumentasi: KP2C)	 

Menurut dia, ada warga yang rumahnya berada sekitar 100 meter dari bibir Sungai Cileungsi merasakan bau yang menyengat dan menyesakkan dada jika pagi hari. “Istrinya yang sedang hamil muntah-muntah enggak tahan bau sungai. Bahkan tiap pagi diungsikan ke rumah mertuanya untuk menghindari bau,” sambungnya.

Begitupun warga di Curug Parigi merasakan hal yang sama. Kejadian ini selalu terjadi setiap tahun saat debit sungai Cileungsi mengecil karena musim kemarau. Walau belum separah 2018, namun kondisi buruk bagi kesehatan ini bisa jadi akan meningkat karena sesuai prediksi BMKG musim kemarau bisa berlanjut hingga Oktober 2019.

Baca Juga: Nelayan Kerang Keluhkan Pencemaran Limbah di Teluk Jakarta 

Diduga penyebab menghitam dan baunya air sungai karena buangan limbah industri dan domestik ke badan sungai Cileungsi. KP2C mengakui sejak akhir tahun 2018 pemerintah telah melakukan berbagai upaya mengatasi pencemaran sungai Cileungsi.

Tapi, kata Puarman, sepertinya perlu langkah lebih tegas dan keras lagi terhadap oknum yang membuang limbah ke sungai. Inilah ironi rutin sungai Cileungsi. Jika musim hujan banjir. Ketika musim kemarau, sungai menghitam dan sangat berbau.

Sungai Cileungsi Kembali Berwarna Hitam Pekat dan Bau Menyengat (Dokumentasi: KP2C)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini