nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KY Desak Polres Jakpus Segera Limpahkan Berkas Kasus Pengacara Tomy Winata

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 15:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 24 338 2083033 ky-desak-polres-jakpus-segera-limpahkan-berkas-kasus-pengacara-tomy-winata-WMAP6MWvTk.jpg Pengacara Desrizal saat menyerang Hakim Sunarso di PN Jakpus (foto: ist)

 JAKARTA - Pasca ditetapkannya pengacara Tomy Winata, Desrizal melakukan penyerangan terhadap seorang hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Komisi Yudisial (KY) langsung mendatangi Mapolres Metro Jakarta Pusat untuk memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan.

Ketua Bidang SDM, Advokasi, Hukum, Penelitian dan Pengembangan KY, Sumartoyo meminta Polres Metro Jakarta Pusat agar proses hukum kasus penyerangan hakim PN Jakarta Pusat dituntaskan.

"KY mengapresiasi kinerja Polres Jakarta Pusat. Koordinasi dengan Polres ini untuk memastikan agar proses hukum kasus penyerangan hakim di PN Jakarta Pusat dapat segera dilimpahkan ke pengadilan," kata Sumartoyo dalam keterangannya, Rabu (24/7/2019).

 Baca juga: Pengacara Tomy Winata Resmi Ditahan Polisi Gara-Gara Pukul Hakim

Sumartoyo menilai bahwa kasus ini mencederai dunia peradilan Indonesia. Pasalnya hakim sebagai profesi mulia sudah semestinya dihormati. Oleh sebab itu KY berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga perkaranya selesai dengan cepat.

"Maka dari itu, ini harus diproses secara hukum, harus ditindak tegas," tegasnya.

 Pengacara Tomy

Sebelumnya, dua hakim PN Jakpus mendapat serangan saat membacakan putusan perdata dengan penggugat Tomy Winata melawan PT Geria Wijaya Prestige (GWP). Penyerangan dilakukan kuasa hukum penggugat Desrizal. Gugatan perdata Tomy Winata sebagai penggugat teregistrasi dengan nomor perkara 223/Pdt.G/2018/Jkt.Pst

 Baca juga: MA Minta Pengacara Tomy Winata Dipidana

"Bermula ketika majelis hakim tengah membacakan putusan yang mana pertimbangannya mengarah uraian bermuara petitum ditolak, sehingga kuasa dari pihak TW selaku penggugat yakitu Desrizal berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ke depan majelis hamim yang sementara membacakan pertimbangan," ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Makmur di Jakarta, Kamis 18 Juli.

Makmur menjelaskan, hakim belum ketok palu putusan, Desrizal langsung mendatangi meja hakim sembari melepas ikat pinggang dan kemudian menyerang hakim. Dari tiga hakim yang memimpin sidang, dua di antaranya terkena sikap tidak terpuji Desrizal. Hakim berinisial S terkena bagian dahi, sementara hakim anggota 1 terkena bagian lengannya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini