16 TPU di Jakarta Dilarang Bikin Petak Makam Baru, Berikut Daftarnya

Kamis 25 Juli 2019 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 25 338 2083255 16-tpu-di-jakarta-dilarang-bikin-petak-makam-baru-berikut-daftarnya-lgd6p3n0yl.jpg TPU Karet Bivak (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghentikan sementara pelayanan pembukaan petak makam baru di 16 tempat pemakaman umum (TPU) karena kapasitasnya sudah tidak mencukupi.

"Yang tidak boleh membuka petak makam baru, kalau tumpang masih bisa," kata Kepala Seksi Pelayanan dan Perpetakan Makam Dinas Kehutanan DKI Jakarta Ricky Putra di Jakarta seperti dikutip Antaranews, Rabu 24 Juli 2019.

Sebanyak 16 TPU itu tersebar di Jakarta Pusat sebanyak tiga lokasi, yakni TPU Kawi-Kawi, TPU Pasar Baru Barat, dan TPU Karet Bivak.

Di Jakarta Timur ada enam lokasi, yakni TPU Utan Kayu, TPU Penggilingan, TPU Pondok Kelapa, TPU Kebon Pala, TPU Kampung Penggilingan, dan TPU Malaka/Tanah Merah.

Kemudian, tujuh titik di Jakarta Barat, yakni TPU Malaka/Grogol Kemanggisan, TPU Joglo, TPU Utan Jati, TPU Semanan, TPU Basmol, TPU Sukabumi Selatan, dan TPU Rawakopi.

Baca Juga: Cegah Pungli, Masyarakat Diimbau Urus Izin Pemakaman Melalui PTSP

Tempat pemakaman (Foto: Reuters)

Meski demikian, kata dia, masyarakat yang ingin menggunakan makam itu bisa dengan model tumpang, yakni menumpang di makam kerabatnya yang sudah lebih dari tiga tahun.

"Ini berdasarkan persetujuan keluarganya. Kalau mau ditumpang, ya, silakan, karena kan memang sudah penuh," katanya.

Menurut Ricky, sebenarnya ketersediaan lahan makam di Jakarta masih cukup luas, tetapi masyarakat memilih TPU-TPU tertentu yang membuat kapasitasnya penuh.

"Kayak di TPU Karet Bivak, TPU Pondok Kelapa, TPU Utan Kayu, itu sudah penuh semua. Tidak bisa lagi mencari 'space' makam baru," katanya.

Padahal, kata dia, masih banyak TPU lain yang masih longgar karena total lokasi pemakaman umum di Jakarta ada 84 TPU yang tersebar di 27 kecamatan di lima kota administrasi, ditambah lima TPU di Kepulauan Seribu.

Baca Juga: Pengamat: Mafia Lahan Makam Bisa Disikat Kalau Sistemnya Diperbaiki!

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini