Polda Metro Gali Motif Polisi Tembak Bripka Rahmat di Polsek Cimanggis

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 26 Juli 2019 09:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 26 338 2083748 polda-metro-gali-motif-polisi-tembak-bripka-rahmat-di-polsek-cimanggis-lErpO1Kypc.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Jasad Bripka Rahmat Efendy (RE) yang menjadi korban insiden polisi tembak polisi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok, diautopsi di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih menunggu proses tersebut untuk menggali motif sebenarnya penembakan yang dilakukan Brigadir Rangga Tianto (RT).

"Masih kita dalami (motif penembakan)," kata Argo saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Menurut Argo, sejauh ini, insiden tersebut diduga lantaran pelaku terpancing emosi oleh sikap korban. Lantaran tak terima sikap tersebut, Brigadir RT melepaskan tembakan tujuh kali yang berujung tewasnya Bripka RE.

“Awalnya Bripka RE mengamankan seorang pelaku tawuran inisial FZ beserta barang bukti berupa clurit ke Polsek Cimanggis. Lalu, orang tua FZ datang ke polsek didampingi Brigadir RT dan Brigadir R. Mereka meminta FZ dibebaskan, namun ditolak oleh Bripka RE. Sehingga membuat Brigadir RT Emosi karena tidak terima,” ujar Argo.

Suasana di Polsek Cimanggis usai penembakan polisi. (Foto : Wahyu Muntinanto/Okezone)

Penembakan diduga bermula dari penangkapan seorang pelaku tawuran, berinisial FZ oleh Bripka RE. Kemudian datang orangtua pelaku tawuran, berinisial Z bersama dengan Brigadir RT ke Polsek Cimanggis.

Brigadir RT meminta dengan nada keras agar FZ dibina oleh orangtuanya. Namun, Bripka RE juga menjawabnya dengan nada keras, kalau proses sedang berjalan.


Baca Juga : Suasana Haru Selimuti Rumah Duka Bripka Rahmat Efendy

Hingga akhirnya Brigadir RT naik pitam dan langsung ke ruang sebelah mengeluarkan senjata jenis HS 9 dan menembakan Bripka RE.

Diduga korban tewas setelah mengalami tujuh luka tembak di bagian dada, leher, paha dan perut. Korban pun meninggal di tempat.


Baca Juga : Polisi: Brigadir Rangga Tembak Bripka Rahmat Sebanyak 7 Kali

(erh)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini