nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Mulai Terserang Gatal-Gatal Akibat Pencemaran Kali Bekasi

Wijayakusuma, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 22:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 26 338 2084187 warga-mulai-terserang-gatal-gatal-akibat-pencemaran-kali-bekasi-D91l9ri22N.jpg

BEKASI - Pencemaran limbah yang terjadi seminggu terakhir di kali Bekasi, tepatnya di Pangkalan Satu Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, membuat warga sekitar khususnya anak-anak mulai terserang penyakit gatal-gatal. Air kali yang menghitam dan berbusa, juga mengeluarkan bau menyengat yang cukup mengganggu aktivitas warga.

Tak banyak yang bisa dilakukan warga untuk mengantisipasi bau menyengat air kali Bekasi yang bisa mencapai radius 500 meter. Penggunaan masker juga dinilai hanya mampu mengurangi sedikit aroma bau. Hal ini tentunya berdampak bahaya bagi kesehatan warga.

"Baunya itu udah mengganggu sekali terhadap warga disini. Ini kan bahaya buat pernapasan," kata Hendri, warga sekitar di lokasi, Jum'at (26/7/2019).

Kali Bekasi

Keluhan serupa juga dilontarkan Roni, warga yang kerap melintas di kali Bekasi. Ia sangat menyayangkan kondisi kali yang terkena pencemaran limbah hingga merubah warna kali menjadi hitam pekat dan mengeluarkan busa yang hampir menutupi seluruh permukaan air.

"Ya kira-kira sudah seminggu inilah air kalinya hitam. Busanya juga banyak hampir nutupin kali," ujar Roni.

Terkait hal ini, Lurah Cikiwul, Warsim Suryana, menjelaskan bahwa pencemaran air kali Bekasi berasal dari limbah industri yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Limbah awalnya dibuang ke kali Cileungsi yang kemudian mengalir sampai ke kali Bekasi. Aksi pembuangan limbah industri ini disebutkan sudah berjalan kurang lebih dua tahun.

"Ya sekitar dua tahun terakhir kondisinya berulang seperti ini. Dan seringnya terlihat pada musim kemarau, saat debit air kali Cileungsi dan Bekasi mulai berkurang," jelasnya.

Baca Juga: Menghitam dan Berbusa, Warga Keluhkan Bau Menyengat Air Kali Bekasi

Pencemaran limbah juga berpengaruh pada jumlah pengunjung lokasi wisata Curug Parigi yang berada di Cikiwul, Bantargebang. Sejak air kali Bekasi berubah hitam dan berbau menyengat, Curug Parigi diakui menjadi sepi pengunjung. Selain itu, limbah juga menyebabkan ikan-ikan mati dan merusak ekosistem kali.

"Ya saat ini memang sepi karena kan airnya lagi tercemar limbah. Bahkan bisa dibilang tidak ada pengunjung sama sekali," ujar Warsim.

Masalah yang sudah berlangsung lama dan bahkan beberapa kali sempat disidak oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Bekasi ini, dinilai nol besar belum membuahkan hasil yang signifikan. Warga pun berharap masalah ini dapat mendapat penanganan secepatnya dari Pemkot Bekasi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini