nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Akan Uji Balistik Peluru yang Bersarang di Tubuh Bripka Rahmat

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2019 09:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 27 338 2084278 polisi-akan-uji-balistik-peluru-yang-bersarang-di-tubuh-bripka-rahmat-3Vk1gKy4fO.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Kaopsnal Yandokpol Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kombes Edy Purnomo mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan proses uji balistik terhadap peluru yang bersarang ke tubuh Bripka Rahmat Efendy.

Bripka Rahmat tewas di Ruang SPKT Polsek Cimanggis, Depok, setelah ditembak tujuh kali oleh Brigadir Rangga Tianto dengan jenis senjata HS-9 sebanyak tujuh kali ke badannya.

"Untuk penyesuaian pemeriksaan balistik," kata Edy saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (27/7/2019).

 Baca juga: Enam Tahapan Pertimbangan Polisi Berhak Pegang Senjata Api

Edy memastikan, dari hasil autopsi Bripka Rahmat, terdapat tujuh luka tembak yang diderita korban. Antara lain, tembakan itu bersarang di paha bokong, perut, dada dan leher serta dagu.

 Penembakan

Namun, dari tujuh luka tembak yang jaraknya dekat itu, hanya dua peluru yang bersarang ditubuh korban. Dua peluru tersebut yang dipakai untuk kepentingan proses uji balistik.

"Dari tujuh luka tembak itu dua bersarang," ujar Edy.

 Baca juga: Senpi yang Digunakan Brigadir Rangga Tembak Bripka Rahmat Jenis HS-9 Milik Polairud

Penembakan itu terjadi ketika adanya perdebatan antara pelaku dan korban terkait kasus penangkapan seorang pelaku tawuran, Fahrul Zachrie oleh Bripka Rahmat.

Terkait penangkapan itu, orang tua korban kemudian mendatangi Polsek Cimanggis bersama dengan Brigadir Rangga. Dalam hal ini, orang tua dan Brigadir Rangga menginginkan pelaku tawuran dibebaskan untuk dibina oleh keluarga.

Namun, hal itu tidak disetujui oleh Bripka Rahmat. Mengingat, penangkapan itu sudah sesuai prosedur dan diketemukan barang bukti pelaku tawuran berupa celurit.

Kemudian obrolan itu menjadi memanas. Lalu, pelaku keluar Ruang SPKT untuk mengambil senjata api dan kembali ke dalam dengan langsung menembakan tujuh peluru ke Bripka Rahmat.

Saat ini, polisi telah mengamankan korban di Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan. Sementara, korban telah dilakukan proses autopsi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

 Polsek Cimanggis

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini