nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tembak Mati Bripka Rahmat, Polri: Brigadir Rangga Dijerat Pasal Pembunuhan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2019 11:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 27 338 2084291 tembak-mati-bripka-rahmat-polri-brigadir-rangga-dijerat-pasal-pembunuhan-SPOegb76WP.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Polri memastikan bahwa Brigadir Rangga Tianto (32) akan diproses secara hukum terkait kasus penembakan terhadap Bripka Rahmat Efendy (41) di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Cimanggis, Depok.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan, akibat perbuatannya tersebut Brigadir Rangga akan dijerat oleh Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Dasar kasus pembunuhan sebagaimana Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Asep saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (27/7/2019).

 Baca juga: Polisi Akan Uji Balistik Peluru yang Bersarang di Tubuh Bripka Rahmat

Untuk saat ini, kata Asep, pihaknya telah resmi melakukan penahanan terhadap Brigadir Rangga atas kasus penembakan ke sesama anggota Korps Bhayangkara tersebut.

"Saat ini Brigadir RT sudah dilakukan penahanan atas perbuatannya," ujar Asep.

 Penembakan

Penembakan itu terjadi ketika adanya perdebatan antara pelaku dan korban terkait kasus penangkapan seorang pelaku tawuran, Fahrul Zachrie oleh Bripka Rahmat.

Terkait penangkapan itu, orang tua korban kemudian mendatangi Polsek Cimanggis bersama dengan Brigadir Rangga. Dalam hal ini, orang tua dan Brigadir Rangga menginginkan pelaku tawuran dibebaskan untuk dibina oleh keluarga.

 Baca juga: Senpi yang Digunakan Brigadir Rangga Tembak Bripka Rahmat Jenis HS-9 Milik Polairud

Namun, hal itu tidak disetujui oleh Bripka Rahmat. Mengingat, penangkapan itu sudah sesuai prosedur dan diketemukan barang bukti pelaku tawuran berupa celurit.

Kemudian obrolan itu menjadi memanas. Lalu, pelaku keluar Ruang SPKT untuk mengambil senjata api dan kembali ke dalam dengan langsung menembakan tujuh peluru ke Bripka Rahmat.

Saat ini, polisi telah mengamankan korban di Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan. Sementara, korban telah dilakukan proses autopsi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini