nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanding Sepak Bola, Anggota Pemadam Kebakaran Dikeroyok hingga Bonyok

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2019 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 27 338 2084325 tanding-sepak-bola-anggota-pemadam-kebakaran-dikeroyok-hingga-bonyok-CaTRxXb4Fn.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BOGOR - Anggota Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Wiliam Nova babak belur dikeroyok usai bertanding sepak bola di Lapangan GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat. Korban pun harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Kabid Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Marse Hendra Saputra mengatakan peristiwa itu terjadi pukul 20.30 WIB pada Jumat 26 Juli 2019. Saat itu, korban bermain sepak bola bersama tim Pemkot Bogor melawan tim dari masyarakat.

Di dalam lapangan, korban sempat bersinggungan dengan salah satu pemain yang diduga aparat. Ketika selesai bertanding, gesekan itu berlanjut hingga di luar lapangan dan berujung pada pengeroyokan.

"Habis pertandingan, di luar lapangan kenapa tiba-tiba anggota kami diserang dan dikejar. Diduga yang melakukan pengeroyokan adalah aparat. Padahal kami bertanding bukan sama aparat tapi dengan masyarakat, mungkin ada yang bawa temannya diduga aparat," kata Marse kepada wartawan, Sabtu (27/7/2019).

Aniaya

Akibat peristiwa tersebut, Wiliam mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan wajahnya. Ia pun dilarikan ke RSUD Kota Bogor untuk mendapat perawatan.

"Sekarang (korban) sudah sadar. Padahal di lapangan bersinggungan, bodi-bodian itu wajar. Tapi ini dibawa ke luar lapangan, sampai penyerangan di kejar dari kolam renang Mila Kencana sampai ke luar GOR di kedai bakso Jalan Ahmad Yani," ungkapnya.

Marse berencana akan melaporkan penganiayan itu ke kepolisian. Namun, ia tetap menghimbau kepada semua pihak termasuk anggotanya untuk menjaga kondusifitas dan tidak mudah terpancing emosi.

"Kita sama-sama menjaga diri masing-masing tidak emosi dan tidak terpancing, kalau mau kita selesaikan ada proses hukum, karena ini negara hukum kita akan tempuh dengan jalur hukum," tutup Marse.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini