nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Walhi Sebut 4 Desa Sudah Terdampak Pencemaran Minyak Pertamina

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 29 Juli 2019 13:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 29 338 2084929 walhi-sebut-4-desa-sudah-terdampak-pencemaran-minyak-pertamina-5DvMvw6lPE.jpg Aktivis Walhi (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, Meiki Paendong mengatakan sebanyak 4 desa di Karawang tercemar tumpahan minyak PT Pertamina.

"Secara konkretnya laporan yang kami terima dari jaringan kami di lokasi ada empat desa yang sudah terdampak," kata Meiki di Kantor Walhi, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2019).

Keempat desa tersebut kata Meiki yakni Desa Pusaka Jaya, Desa Cemara Jaya Desa Pasir Jaya, dan Desa Sungai Buntu. Khusus di Desa Sungai Buntu menurutnya kawasan ini memiliki wisata samudra bahari yang dikhawatirkan mengancam pariwisata disana.

Selain itu berdasarkan laporan masyarakat tumpahan minyak juga telah mencemari tambak ikan dan udang.

"Tumpahan minyak ini sudah masuk ke beberapa tambak ikan dan tambak udang. Jadi sudah tercemar lah. Jadi udangnya sudah ada yang ditemukan mati, ikannya juga mati," ungkapnya.

"Lalu ada ekosisitem mangroove yang juga terkena dampak. Nah ini juga yang harus kita cermati. Bahwasahnya ekosistem mangrove ini sangat kaya dengan keanekaragaman hayati begitu, dan ini bila tidak ditangani secara menyeluruh akan mengganggu rantai makanan keanekaragaman hayati yang ada disana," tambahnya.

Laut

Baca Juga: Pencemaran Minyak di Pantai Karawang Meluas ke Kepulauan Seribu Jakarta

Dari segi dampak sosial, sekitar 75 persen hingga 80 persen nelayan mengatakan pendapatannya menurun lantaran sudah tidak bisa melaut.

"Selain itu pendapatan petambak ikan dan udang juga berkurang. Disektor pariwisata ada sekitar 300 warga yang berada dikawasan wisata bahari yang bergantung disektor pariwisata ini kehilangan mata pencaharian dan pendapatan. Karena sejak kejadian ini kuncul sudah tidak ada lagi wisatawan yang datang, ini mereka keluhkan hal itu," jelasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini