nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Butuh Waktu 14 Hari Periksa Psikologis Brigadir Rangga

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 15:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 29 338 2084983 polisi-butuh-waktu-14-hari-periksa-psikologis-brigadir-rangga-7NjIKzlozy.jpg Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap psikologis dari Brigadir Rangga Tianto setelah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penembakan terhadap Bripka Rahmat Efendy di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Cimanggis, Depok.

"Jadi, ketika sudah ditetapkan TSK (tersangka) kepada siapa pun ada pemeriksaan psikologis yang harus dilakukan atau ditempuh," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Senin (29/7/2019). 

Dedi menjelaskan, pemeriksaan psikologis tersebut dilakukan untuk mendalami adanya gangguan psikis atau pun kesehatan lainnya yang dialami Brigadir Rangga. Baca Juga: Jadi Tersangka Pembunuhan, Brigadir Rangga Mendekam di Rutan Polda Metro Jaya

Ilustrasi

Apabila ditemukan adanya gangguan kejiwaan, kepolisian akan menentukan langkah selanjutnya dalam menangani perkara ini. Hasil kesehatan itu sendiri akan berlangsung selama dua pekan kerja.

"Kalau terganggu ada pentahapan berikutnya. Hasil psikologis seseorang butuh waktu 14 hari observasinya," ujar Dedi.

Selain psikologis, Brigadir Rangga juga menjalani pemeriksaan tes urine. Hal itu dilakukan untuk menelusuri apakah tersangka melakukan kejahatan itu di bawah pengaruh alkohol atau narkotika.

"Semuanya dilakukan kesehatan fisik dan psikologis dilakukan. Hasil urinenya belum dapat nanti saya tanyakan," tutur Dedi.

Brigadir Rangga menembak Bripka Rahmat ketika terjadi perdebatan antara pelaku dan korban terkait kasus penangkapan seorang pelaku tawuran, Fahrul Zachrie. Kala itu, Fahrul diamankan oleh Bripka Rahmat.

Terkait penangkapan itu, orangtua korban kemudian mendatangi Polsek Cimanggis bersama dengan Brigadir Rangga. Dalam hal ini, orangtua dan Brigadir Rangga menginginkan pelaku tawuran dibebaskan untuk dibina oleh keluarga.

Baca Juga: Tembak Mati Bripka Rahmat, Polri: Brigadir Rangga Dijerat Pasal Pembunuhan

Namun, hal itu tidak disetujui oleh Bripka Rahmat. Mengingat, penangkapan itu sudah sesuai prosedur dan diketemukan barang bukti pelaku tawuran berupa celurit. Kemudian, obrolan itu menjadi memanas. Lalu, pelaku keluar Ruang SPKT untuk mengambil senjata api dan kembali ke dalam dengan langsung menembakan tujuh peluru ke Bripka Rahmat.

Saat ini, polisi menetapkan Brigadir Rangga sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 338 dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini