Gugatan Ditolak, 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Akan Lapor ke Bawas MA dan KY

Sarah Hutagaol, Okezone · Selasa 30 Juli 2019 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 30 338 2085625 gugatan-ditolak-4-pengamen-korban-salah-tangkap-akan-lapor-ke-bawas-ma-dan-ky-Ds0R7nIo3i.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Kuasa hukum dari empat pengamen asal Cipulir, Oky Wiratama merasa kecewa dengan putusan hakim tunggal Elvian terkait kasus salah tangkap yang dilakukan pihak kepolisian terhadap kliennya. 

Menurut Oky, gugatan praperadilan yang diajukannya tidaklah kedaluwarsa seperti yang diputuskan hakim. Pasalnya, ia mengajukan gugatan belum masuk masa tenggang 3 bulan, karena ia menerima salinan putusan pada 25 Maret 2019, sedangkan mengajukan gugatannya pada 21 Juni 2019.

"Karena kami berdasarkan kalimat Pasal 7 Ayat (1) PP 92/2015 yang intinya mengatakan bahwa tuntutan ganti kerugian terhitung sejak tanggal petikan atau, kalimat atau, atau salinan pengadilan telah memperoleh kekuatan hukum tetap diterima," ujar Oky di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Baca Juga: Gugatan Ganti Rugi 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Ditolak Hakim

Kendati demikian, hakim tunggal Elvian dalam putusannya tidak mengacu pada tanggal pemberian salinan putusan. Namun, lebih melihat pada keluarnya petikan putusan, yakni pada 11 Maret 2016.

"Terhitung sejak tanggal petikan atau, kalimat atau, atau salinan pengadilan telah memperoleh kekuatan hukum tetap diterima. Saya mau tanya ke kawan-kawan makna kalimat atau itu apa? Kalimat atau misalnya apakah si A mau makan mie ayam atau mie goreng, memilih kan. Atau itu memilih," ujarnya.

MA

Oky meyakini kalau gugatan yang diajukannya tidak kedaluwarsa seperti yang dituduhkan hakim. Pihaknya memutuskan untuk membawa kasus ini kepada Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) dan Komisi Yudisial (KY).

Kendati pihaknya belum memutuskan kapan dirinya melakukan langkah selanjutnya tersebut. Namun, ia berjanji akan memberikan kabar kepada awak media mengenai langkah hukum yang akan dilakukannya nanti.

"Karena hakimnya salah mentafsirkan kalimat, prosesnya adalah lapor ke Badan Pengawas Mahkamah Agung, lapor ke Komisi Yudisial," ujarnya.

Baca Juga: Polisi Bantah Salah Tangkap 4 Pelaku Pembunuhan Pengamen Cipulir 

Seperti diketahui sebelumnya, empat pengamen itu, yakni Fikri, Fatahillah, Ucok, dan Pau mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kepolisian RI, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Kementerian Keuangan untuk mengganti rugi atas kasus salah tangkap tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini