nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Walhi Sebut Tumbuhan Lidah Mertua Tidak Efektif Atasi Polusi Jakarta

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 05:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 31 338 2085698 walhi-sebut-tumbuhan-lidah-mertua-tidak-efektif-atasi-polusi-jakarta-WKyiydCJjV.jpg Polusi udara di Jakarta. (Foto : Dede Kurniawan/Okezone)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) tengah menggalakkan penanaman tumbuhan lidah mertua (sansevieria trifasciata). Penanaman dilakukan sebagai salah satu solusi untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.

Merespons hal itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta Tubagus Achmad Soleh, menilai upaya tersebut bisa menjadi salah satu solusi. Namun, upaya tersebut dinilai tidak efektif untuk mengatasi polisi udara di Ibu Kota.

"Kalau ini untuk lokal ya misalnya di pekarangan rumah bisa digunakan. Tapi untuk mengatasi kondisi udara Jakarta, tidak cukup efektif," kata Tubagus kepada Okezone, Rabu (31/7/2019).

Seharusnya, kata dia, Pemprov DKI Jakarta melakukan penambahan ruang terbuka hijau (RTH). Selain itu, sumber pencemaran udara harus ditekan sesegera mungkin.

Tumbuhan lidah mertua.

"Menginventaris sumber-sumber pencemaran, membatasi sumber-sumber pencemar misalnya memantau aktivitas industri. Jika terbukti industri tidak taat asas maka wajib melakukan penegakan hukum," tuturnya.

Penggalakan penanaman tumbuhan lidah mertua sebelumnya juga diminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC).

Namun demikian Kepala BBTMC BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan, dalam menghilangkan polusi di Jakarta tak hanya menanam tumbuhan lidah mertua, tapi juga tanaman lainnya yang mampu menyerap karbondioksida. Misalnya tanaman trembesi, cassia, kenanga, pingku, beringin, mahoni, nangka, dan sirsak di setiap wilayah.

Pagi Ini Jakarta Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia

"Bukan sekadar tumbuhan lidah buaya, lidah mertua, lidah keponakan, tapi tumbuh-tumbuhan yang punya kemampuan tinggi untuk menyerap karbon di seluruh gedung-gedung," ujarnya di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2019).


Baca Juga : Ini Penyebab Udara Jakarta Paling Buruk Sedunia

Seto menyebut, Pemprov DKI juga harus selalu mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Hal tersebut karena sumber masalah adanya polusi lantaran penggunaan mobil atau motor yang secara berlebihan.

"Sekitar 40-50 persen akan berkurang rata-rata kalau penggunaan angkutan umum digalakkan," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, hasil pemantauan Air Quality Indeks (AQI) atau Indeks Kualitas Udara Global Airvisual, Kota Jakarta menempati peringkat pertama pemilik udara terburuk sedunia dalam beberapa hari belakangan ini.


Baca Juga : Udara Jakarta Dinilai Paling Buruk Sedunia, JK: Ini Masalah Perilaku

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini