Pembatasan Usia Kendaraan di Jakarta Hanya untuk Angkutan Umum

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 02 Agustus 2019 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 02 338 2086850 pembatasan-usia-kendaraan-di-jakarta-hanya-untuk-angkutan-umum-WtOw8QTcUo.jpg Ilustrasi Kendaraan Umum (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan pihaknya telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) untuk menindaklanjuti Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara yang telah ditandatangani pada Kamis, 1 Agustus 2019.

Syafrin mengatakan, berdasarkan aturan dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Transportasi maka kendaraan yang sudah berusia diatas 10 tahun maka wajib dilakukan peremajaan.

"Oleh sebab itu saat ini kita sudah melakukan upaya untuk eksekusi terhadap Perda itu," kata Syafrin kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (2/8/2019).

Syafrin mengatakan, untuk pelaksanannya sendiri salah satunya bisa diterapkan dengan salah satu program gubernur yakni Jak Lingko. Dimana nantinya operator mengadakan pelayanan peremajaan sementara dari segi pembiayaan dilakukan oleh Pemprov DKI.

"Nah dengan pola ini tentu seluruh armada akan diremajakan, operator yang melakukan peremajaan, pemerintah cukup membayar biaya layanan yg dikeluarkan operator," ungkapnya.

Baca Juga: Kendaraan Umum dan Pribadi Berusia Lebih 10 Tahun Dilarang "Mengaspal" di Jakarta

Kendaraan

Namun pembatasan itu sendiri hanya diberlakukan bagi angkutan umum bukan pribadi yang memang telah memiliki aturan hukum. Sementara untuk kendaraan pribadi pihaknya masih belum bisa memberlakukan pembatasan hingga membentuk payung hukum selesai dilakukan.

"Untuk kendaraan pribadi memang karena ini hal baru tentu untuk tahun 2020 kita akan lakukan kajian naskah akademiknya. Setelah diselesaikan naskah akademiknya, kita akan melakukan pembentukan Perda setelah itu tentu ada masa transisi untuk implementasinya," tutur Syafrin.

Selain pembatasan umur kendaraan dalam interuksi gubernur ada beberapa poin lainnya untuk mengurangi polusi udara di Jakarta salah satunya soal upaya perluasan sistim ganjil genap bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Hal ini dilakukan seiring dengan penilaian bahwa kualitas udara di Jakarta menjadi salah satu yang terburuk di dunia. (edi)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini